Cari Blog Ini

Minggu, 19 Desember 2010

DRAWING 16 BESAR LIGA CHAMPION 2010/2011

Undian babak 16 besar Liga Champions sudah dilakukan. Hasil pengundian menentukan juara bertahan Inter Milan bertemu dengan lawan mereka di final musim lalu, Bayern Muenchen. 

Selain itu,undian ini juga mempertemukan Barcelona dengan tim yang mereka singkirkan di perempat final musim lalu, Arsenal. Kedua tim ini juga pernah bertemu di final 2006, di mana Barcelona keluar sebagai pemenang.

Babak 16 besar akan menggunakan sistem pertandingan kandang-tandang. Leg pertama akan digelar pada 15, 16, 22, dan 23 Februari 2011 dan leg kedua pada 8,9, 15, dan 16 Maret 2011. 

Berikut adalah hasil lengkap undian babak 16 besar tersebut :
AS Roma vs Shakhtar Donetsk
AC Milan vs Tottenham Hotspur
Valencia CF vs Schalke 04
Inter Milan vs Bayern Muenchen
Olympique Lyonnais vs Real Madrid
Arsenal vs Barcelona
Olympique Marseille vs Manchester United
FC Copenhagen vs Chelsea

Tekuk Mazembe 3-0, Inter Juara Piala Dunia Antarklub

Inter Milan berhasil menutup tahun 2010 dengan meraih gelar juara Piala Dunia Antarklub. Di babak final, anak buah Rafael Benitez mengatasi wakil Afrika Mazembe tiga gol tanpa balas.
Inter mengalahkan Mazembe 3-0 dalam laga yang berlangsung di Sheikh Zayed Stadium, Abu Dhabi, Minggu (19/12/2010) dinihari WIB. Gol-gol kemenangan Nerazzuri dikemas Goran Pandev, Samuel Eto’o dan Jonathan Biabiany.
Di kejuaraan dunia antarklub kali ini, Inter total membukukan enam gol dan tidak kebobolan. Ada pun di pertandingan sebelumnya yakni melawan Seongnam, tim Italia itu juga mencatat kemenangan 3-0.
Jalan Pertandingan
Menit awal laga ini sempat diganggu oleh masuknya seorang penyusup ke dalam lapangan yang membuat laga terhenti selama beberapa saat.
Pertandingan berlangsung dalam tempo tak terlalu cepat. Mazembe berusaha menekan lewat kedua sayap, namun usaha wakil Afrika itu belum ada yang memberikan ancaman berarti ke gawang Inter yang dikawal Julio Cesar.
Inter membuka skor lewat Goran Pandev di menit ke-13. Gol ini berawal dari umpan Samuel Eto’o. Bola coba diantispiasi oleh Kazembe Mihayo, namun gagal.
Si kulit bundar jatuh ke Pandev. Setelah beberapa langkah menggiring bola, eks Lazio itu melepas tembakan datar yang gagal dibendung kiper Muteba Kidiaba.
Juara Liga Champions Eropa unggul 2-0 empat menit berselang. Adalah Samuel Eto’o yang menjadi pencetak gol-nya. Berawal dari umpan silang Javier Zanetti dari sisi kanan, bola diterima dengan tak terlalu sempurna oleh Pandev.
Bola kemudian mengarah ke Eto’o. Dengan tendangan datar pemain asal Kamerun itu menjebol gawang Mazembe.
Nerazzuri memiliki kesempatan menambah skor di menit ke-23. Diego Milito yang lolos dari jebakan off-side tinggal satu lawan satu dengan Kidiaba. Sepakan pemain Argentina ini mengenai Kidiaba, bola selanjutnya dibuang bek Joel Kimwaki.
Menit ke-32 wakil Afrika memiliki peluang. Sepakan jarak jauh Dioko Kaluyituka masih bisa ditangkap Julio Cesar.
Milito! Tiga menit menuju jeda, pemain bernomor 22 ini kembali memiliki peluang. Menerima umpan terobosan, Milito tinggal berhadapan dengan Kidaiba. Namun sepakannya masih bisa dibendung dengan kaki oleh kiper Mazembe itu.
Inter memiliki dua peluang di periode satu jam laga berjalan. Sepakan Maicon dari sebelah kanan mengenai tangan Kiadiba dan kemudian tiang gawang. Selanjutnya tandukan Milito dari situasi sepak pojok masih melenceng dari sasaran.
Serbuan Mazembe hadir di menit ke-64. Umpan silang yang dilancarkan Mulota Kabangu dihalau Julio Cesar. Bola jatuh ke Amukok Kanda dan kemudian ia melepas tembakan namun masih membentur pemain belakang Inter.
Peluang bagus didapatkan wakil Afrika di menit ke-74. Kaluyituka berhasil menerobos hingga kotak penalti Inter. Julio Cesar bergerak menghalangi pergerakan pemain bernomor 15 itu. Kaluyituka kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Eto’o! Menit ke-77 striker Kamerun ini punya kesempatan menambah pundi gol-nya. Menuntaskan kerjasama antara Pandev dan Dejan Stankovic, Eto’o melepas tembakan yang masih bisa ditepis Kiadiba.
Dua menit berselang terjadi kemelut di muka gawang Inter. Umpan silang dari Mulota Kabangu disambut sepakan Kaluyituka. Bola ditepis oleh Julio Cesar. Hasil rebound diterima oleh Arnia Ekanga, namun usaha dia bisa digagalkan oleh Ivan Cordoba.
Tak lama kemudian, Kaluyituka kembali berpeluang. Kali ini tandukannya menyambut umpan silang dari sebelah kanan tepat di tangkapan Julio Cesar.
Anak buah Rafael Benitez memantapkan kemenangan limamenit menuju bubaran lewat pemain pengganti Jonathan Biabiany. Menerima umpan lambung yang dilepas Dejan Stankovic dari tengah lapangan, Biabiany mengecoh Kidiaba untuk selanjutnya menceploskan bola ke gawang Mazembe. 

Susunan Pemain:

Mazembe: Kidiaba; Nkulukuta, Kasusula, Kimwaki, Bedi, Ekanga, Mihayo, Singuluma, Kaluyituka (Ndonga 89′), Kabangu, Kasongo (Kanda 45′)
Inter Milan: Julio Cesar; Maicon, Cordoba, Chivu (Stankovic 53′), Lucio, Zanetti, Cambiasso, Thiago Motta (Mariga 84′), Milito (Biabiany 70′), Pandev, Eto’o

Selasa, 16 November 2010

Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (Enterprise Resource Planning/ERP)

Perencanaan sumber daya perusahaan, atau sering disingkat ERP dari istilah bahasa Inggrisnya, enterprise resource planning, adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.

Sejarah ERP 

ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice dan akuntasi perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.

Keuntungan Penggunaan ERP
  1. Integrasi Data Keuangan. Untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga top management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik.
  2. Standarisasi  Proses Operasi. Menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas produk.
  3. Standarisasi Data dan Informasi. Menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari banyak business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yg berbeda-beda.
Penerapan ERP

Berikut ini adalah ringkasan poin-poin yg bisa digunakan sebagai pedoman pada saat implementasi ERP:
  • ERP adalah bagian dari infrastruktur perusahaan, dan sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan. Semua orang dan bagian yang akan terpengaruh oleh adanya ERP harus terlibat dan memberikan dukungan.
  • ERP ada untuk mendukung fungsi bisnis dan meningkatkan produktivitas, bukan sebaliknya. Tujuan implementasi ERP adalah untuk meningkatkan daya saing perusahaan.
  • Pelajari kesuksesan dan kegagalan implementasi ERP, jangan berusaha membuat sendiri praktek implementasi ERP. Ada metodologi tertentu untuk implementasi ERP yang lebih terjamin keberhasilannya.
Gagalnya ERP
  • Waktu dan biaya implementasi yang melebihi anggaran.
  • Pre-implementation tidak dilakukan dengan baik.
  • Strategi operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya.
  • Orang-orang tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru.
Tanda-tanda kegagalan ERP

Kegagalan ERP biasanya ditandai oleh adanya hal-hal sebagai berikut:
  • Kurangnya komitmen top management
  • Kurangnya pendefinisian kebutuhan perusahaan (analisa strategi bisnis)
  • Cacatnya proses seleksi software (tidak lengkap atau terburu-buru memutuskan)
  • Kurangnya sumber daya (manusia, infrastruktur dan modal)
  • Kurangnya ‘buy in’ sehingga muncul resistensi untuk berubah dari para karyawan
  • Kesalahan penghitungan waktu implementasi
  • Tidak cocoknya software dgn business process
  • Kurangnya training dan pembelajaran
  • Cacatnya project design & management
  • Kurangnya komunikasi
  • Saran penghematan yang menyesatkan



Kamis, 11 November 2010

PEMAIN TERKOTOR SEPANJANG SEJARAH PIALA DUNIA

Sebagaimana selalu ada figur-figur dengan reputasi "anak baik" di atas lapangan, ada pula pemain-pemain yang memiliki label "miring". Siapa saja pemain-pemain terkotor di kancah Piala Dunia?

Dengan gigi depan yang jarang-jarang, wajah Joe Jordan jauh dari kata tampan. Namun bukan hanya wajahnya saja yang buruk, tetapi aksinya di atas lapangan juga menimbulkan ancaman buat lawan-lawannya.

Jordan 'sukses' merebut gelar sebagai pemain paling kotor di putaran final Piala Dunia sejak tahun 1966. Mantan pesepakbola yang kini menjabat sebagai asisten pelatih Tottenham Hotspur itu membuat lebih banyak pelanggaran per 90 menit daripada pemain lain pada umumnya.

Pesepakbola yang dijuluki 'Jaws' ini bermain untuk Skotlandia di dalam tiga edisi Piala Dunia di antara tahun 1974 dan 1982. Dalam daftar 10 pemain dengan jumlah pelanggaran terbanyak seperti diberitakan News of The World, 'Si Hiu' menduduki peringkat pertama.

Pria yang saat ini berusia 58 tahun tersebut membuat rata-rata 5,1 pelanggaran tiap satu laga. Ia membuat pelanggaran lebih banyak dibanding pemain Australia Tim Cahill, yang berada di urutan kedua dengan rata-rata 4,9 pelanggaran, disusul Jostein Flo dari Norwegia yang membuat 4,8 foul.

Akan tetapi jumlah yang diperoleh Cahill tersebut berpotensi bertambah. Pasalnya pemain Everton tersebut akan tampil di Piala Dunia tahun ini.

Skotlandia kembali mengirim wakilnya, Gordon Durie, ke dalam daftar itu. Durie yang bermain untuk negaranya bercokol di urutan empat dengan jumlah rata-rata pelanggaran 4,8 namun ia membuatnya dalam durasi waktu yang lebih banyak dari yang dibuat Flo, padahal dia adalah seorang penyerang!

Anatoly Byshovets (Uni Sovyet) menduduki peringkat lima. Pria kelahiran Ukraina tersebut bikin rata-rata 4,6 pelanggaran, sedangkan pemain legendaris Iran, Ali Daei, berada di belakang Byshovets juga dengan membuat catatan yang sama namun durasi bermainnya lebih banyak 60 menit.

Empat peringkat selanjutnya memiliki rata-rata pelanggaran yang sama yakni 4,4 dengan durasi waktu bermain di Piala Dunia yang berbeda. Berturut-turut mereka adalah Jose Perdomo (Uruguay), Nelson Vivas (Argentina), Pablo Mastroeni (AS) dan Josev Chovanec (Cekoslowakia).

Kategori pemain dengan penerima kartu terbanyak jatuh pada mantan pemain Kamerun, Andre Kana-Biyik. Ia menerima rata-rata satu kartu dalam 90 menit. Sebanyak keiikutsertaannya pada Piala Dunia 1990 dan 1994, ia mengoleksi tiga kartu kuning dan satu kartu merah.

Di urutan selanjutnya terdapat Luciano Monzon (Argentina) dengan rata-rata 0,97 kartu per 90 laga; Paulo Costinha (Portugal) 0,95; Jose Caminero 0,86 kartu, Mastroeni (AS) 0,86; Terry Fenwick (Inggris) 0,75; Khalid Al Muwaillid (Arab Saudi) 0,73; Stig Tofting (Denmark) 0,72; Rogibert Song 0,69 (Kamerun) dan Lee (Korea Selatan) 0,69.

ASAL MULA KARTU MERAH DALAM SEPAKBOLA

Nicolas Lodeiro jadi pemain pertama yang diberi kartu merah di Piala Dunia 2010. Ia kena hukuman dua kali kartu kuning yang membuatnya diusir wasit ketika timnya, Uruguay, menghadapi Perancis di Grup A yang berakhir dengan skor 0-0. Sedangkan kartu kuning pertama diperoleh Efrain Juarez (Meksiko) pada pembukaan Piala Dunia 2010 melawan tuan rumah Afrika Selatan, juga di Grup A.
Uniknya meski Piala Dunia sudah dimulai sejak tahun 1930, kartu merah-kartu kuning baru diperkenalkan pada penyelenggaraan Piala Dunia 1970 di Meksiko. Yang menarik, meski sudah diperkenalkan hukuman dengan menggunakan kartu itu, pada Piala Dunia 1970 tak satu pun pemain yang mendapatkan kartu merah. Mungkin hukuman itu menakutkan seluruh peserta tim hingga mereka bermain hati-hati. Sedangkan pemain yang pertama mendapat kartu kuning adalah pemain Cile Carlos Caszely pada Piala Dunia 1974 yang diselenggarakan di Jerman.
Piala Dunia juga sempat melahirkan rekor pemberian kartu kuning-kartu merah terbanyak dalam satu pertandingan yaitu pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Ketika itu Portugal dan Belanda saling berhadap di babak 16 besar. Begitu kerasnya pertandingan sampai-sampai wasit Valentin Ivanov dari Rusia mengeluarkan 16 kartu kuning dan 4 kartu merah!
Sedangkan di luar Piala Dunia, ada juga catatan rekor lucu di mana seorang pemain bisa kena kartu merah begitu masuk lapangan. Rekor ini dipegang oleh David Pratt (mulai 2008) yang begitu masuk lapangan langsung membuat tackle berat pada lawan. Hal ini membuat wasit memberinya kartu merah. Berapa lama pemain Chippenham Town itu di lapangan sebelum di kartumerah? Cuma tiga (3) detik! 
Pencipta Kartu Merah
Kartu merah-kartu kuning ini tidak akan dikenal jika tidak terjadi insiden pada pertandingan Inggris melawan Argentina pada Piala Dunia 1966 di Inggris. Saat itu kedua kesebelasan bertanding di babak perempat final. Wasit yang memimpin adalah Rudolf Kreitlein (Jerman).
Ketika itu aturan pemain yang bermain kasar dan harus dikeluarkan dari lapangan cukup dilakukan dengan pengusiran langsung oleh wasit dengan sejumlah penjelasan.Namun saat wasit Kreilein mengusir pemain Argentina Antonio Rattin yang dianggapnya melakukan pelanggaran berat, pemain itu tetap ngotot bertahan di lapangan. Terjadi saling adu argumen antara wasit Kreilein dan Rattin, namun karena kendala bahasa yang tidak dipahami satu sama lain kejadian itu membuat pertandingan berhenti beberapa menit.
Insiden itu membuat wasit Inggris Ken Aston yang juga menjadi wasit di Piala Dunia 1966 punya ide brilian mengganti penjelasan wasit pada pemain yang melanggar. Ide itu ia dapat saat terjebak lalu-lintas usai memimpin pertandingan. Dari lampu lalu-lintas yang menghadangnya, ia mendapatkan ide hukuman berupa kartu kuning untuk pelanggaran yang bisa ditolerir dan kartu merah untuk pengusiran pemain. Nah ide itu baru diterapkan pada Piala Dunia 1970 di Meksiko.

Selasa, 09 November 2010

GOL TENDANGAN BEBAS TERBAIK SEPANJANG MASA

Kriteria gol terbaik yang dihasilkan melalui tendangan bebas :

1. Tendangan bebasnya dinilai sangat berharga buat tim; gol penentu kemenangan.
2. Dikenang sepanjang masa (memorable) - golnya berdampak kuat terhadap daya ingat sesorang.
3. Kreatifitas tendangan bebas hingga gol itu terjadi.
4. Tingkat kesulitannya : jumlah pemain lawan yang memasang tembok, sudut dan jarak ke gawang.

Kandidat Pertama : DAVID BECKHAM
Inggris 2 - 2 Yunani (6 Oktober 2001)
Beckham kembali menjadi pahlawan The Three Lions setelah dimusuhi publik Inggris pasca Prancis 1998. Menit ke 93, Inggris tertinggal 2-1 dari tamunya, Yunani, dan terancam tidak lolos otomatis ke Piala Dunia 2002. Beckham mendapat peluang terakhir untuk mengeksekusi tendangan bebas dari jarak 20 yard. Tembok Tunani dibentuk oleh empat pemain. BOOM! Beckham merobek atap gawang Yunani, kiper Nikopolidis terpaku, dan Old Trafford berpesta.

Kandidat Kedua : ROBERTO CARLOS
Prancis 1 - 1 Brasil (3 Juni 1997)

Le Tournoi de France 1997 dijadikan ajang pemanasan menjelang Piala Dunia 1998. Brasil, inggris, Italia dan tuan rumah Prancis saling berhadapan dalam turnamen yang dimenangkan Inggris ini. Roberto Carlos sebenarnya 'tidak berhak' mencetak gol seperti ini. Sejauh 25 yard, bola yang dilesatkannya memisang ke tiang kiri gawang Prancis. Gol tersebut tak hanya membuat penjaga gawang Fabien Barthez bengong, tapi juga ribuan penonton - baik di stadion maupun di rumah - juga demikian.
Selain itu, Carlos membukukan rekor Piala Dunia, ketika tendangan bebasnya melawan Cina tercatat sebagai yang tercepat dalam sejarah turnamen itu.

Kandidat Ketiga : WILLIE CARR & ERNIE HUNT
Gol yang satu ini dihasilkan lewat tendangan bebas yang tidak lazim. Coventry memerlukan strategi yang lebih jitu menghadapi juara bertahan Everton. Akhirnya, datanglah tendangan bebas spektakuler berkat kecerdikan Carr dan Hunt. Carr melakukan sesuatu yang disebut 'donkey kick' (tendangan keledai).

Kandidat keempat :     JOSE LUIS CHILAVERT
Velez Sarsfield vs River Plate (2000)
 Inilah salah satu gol yang paling terkenal di Argentina. Jika seorang kiper mengambil tendangan bebas dan membentur tembok pertahanan, akibatnya bisa fatal - bola jatuh ke kaki lawan, serangan balik dilancarkan saat gawangnya kosong dan tebak sendiri apa yang terjadi. Penjaga gawang tidak diciptakan untuk mencetak gol. namun, Chilavert tercatat sebagai salah satu topskor sepanjang maasa di posisinya, karena terpillih sebagai spesialis tendangan bebas dan penalti, baik di Velez maupun timnas Paraguay. Alhasil, ia mengoleksi torehan 62 gol sepanjang karirnya, termasuk dari tengah lapangan ke gawang River Plate pada kejuaraan Argentina 2000. saat rekannya tergeletak cedera, Chilavert secara sinis memanfaatkan gawang yang kosong ditinggalkan Mono Burgos. GOOOOLLLLL...!!!

Kandidat Kelima : ALVARO RECOBA
Inter Milan 3-1 AS Roma (24 Maret 2002)
Tendangan bebas Recoba memupus harapan AS Roma untuk meraih scudetto.

Gol lain yang layak dipertimbankan :
1) Diego maradona (Napoli vs Juventus) dari dalam kotak penalti
2) Paul Gascoigne (Tottenham Hotspur vs Arsenal) di semi-final Piala FA 1991
3) Cristiano Ronaldo (Manchester United vs Portsmouth)
4) Cevad Prekazi (Galatasaray vs Monaco) dari jarak 45 meter yang mengantar Gala ke semi-final Piala Eropa 1988
5) Pierre van Hooijdonk (SC Freiburg vs Feyenoord) di Piala UEFA 2001/2002 dari sudut yang sempit.
6) Rogerio Ceni (Sao Paulo vs Vasco de Gama) penjaga gawang Brasil ini memegang rekor sebagai kiper yang mencetak gol terbanyak : 83 sepanjang kariernya di Sao Paulo
7) Ronaldinho (Brasil vs Inggris) yang mengakhiri kiprah David Seaman dkk di Piala Dunia 2002
8) Artem Koncevoj (MTZ-Ripo vs Smorgon) pada Oktober 2006. luar Biasa !

BINTANG PIALA DUNIA DARI MASA KE MASA

SEJAK pertama kali digelar pada tahun 1930, Piala Dunia FIFA melahirkan banyak bintang di masanya. Berikut ini adalah sembilan diantaranya menurut versi Bintang.
Pele atau bernama lengkap Edison Arantes do Nascimento lahir 23 Oktober 1940. Pele membawa Brasil 3 kali menjadi juara dunia. Pada 1958 di Swedia, 1962 di Chili, dan 1970 di Meksiko. Bukan itu saja yang istimewa dari Pele.
Bakat Pele memainkan si kulit bundar sudah terlihat sejak berusia 11 tahun. Empat tahun kemudian Pele digaet klub Santos. Dalam pertandingan perdananya Pele menyumbang 1 gol. Publik Brasil memiliki harapan besar sepak bola Brasil akan meraih prestasi. Tahun 1958 Pele bergabung dengan timnas Brasil di Piala Dunia di Swedia.
Pele
Untuk pertama kalinya, Brasil menjadi juara dunia. Pele menjadi pemain termuda dan mesin gol Brasil. Enam gol di ajang itu yang dibuat Pele, salah satunya hattrick saat melawan Perancis di semifinal. Di piala dunia selanjutnya, 1962 di Chili, Pele tidak semujur sebelumnya.
Meski Brasil keluar sebagai juara, Pele tidak sepenuhnya beraksi karena cedera serius saat bertanding melawan Meksiko. Cedera yang sama juga Pele alami saat Piala Dunia 1966. Saat itu terlihat sekali kekuatan Brasil jauh menurun akibat ketidakhadiran Pele. Baru di Piala Dunia 1970 obsesi Pele memboyong tropi Jules Rimet menjadi kenyataan.
Sepanjang kariernya, Pele 92 kali memperkuat Brasil dan mengoleksi 77 gol. Secara keseluruhan Pele telah mencetak 1281 gol dalam 1363 pertandingan. Ada yang istimewa dari gol-gol Pele. Untuk mengenang gol ke-1000 Pele yang dicetak di Stadion Maracana, publik Brasil merayakannya sebagai 'Pele Day' setiap 19 November.
Diego Armando Maradona memulai debutnya tahun 1976 bersama klub Argentinos Juniors. Pada 1981 Maradona hijrah ke klub Boca Juniors dan setahun kemudian merumput untuk FC Barcelona. Namun, prestasi bergengsi baru Maradona raih ketika membela Napoli dengan meraih scudetto Seri A 1986/87 dan 1989/1990 serta menjuarai Piala Italia 1987.
Diego Armando Maradona
Kejayaan Maradona di Piala Dunia justru dimulai di Piala Dunia 1986 yang dilangsungkan di Meksiko. Maradona membuat gol terbaik sepanjang masa ketika Argentina bertemu Inggris di babak perempat final. Maradona menggiring bola dari tengah lapangan dan mengecoh 5 orang pemain Inggris hingga berhadapan dengan sang kiper, Peter Shilton. Gol Maradona itu kemudian dijadikan gol terbaik abad ini.
Selain gol indah, pada Piala Dunia tersebut Maradona juga membuat gol kontroversial, gol yang tercipta dengan bantuan tangan. Gol itu Maradona juluki “gol tangan Tuhan”.
Di Piala Dunia berikutnya, prestasi Maradona tidak sebaik Piala Dunia 1986. Argentina hanya menjadi runner up setelah kalah dari Jerman Barat, 1-0. Setelah itu karier Maradona cenderung menurun lantaran kasus doping. Di luar itu, baik Maradona maupun Pele dianugerahi FIFA sebagai 'Pemain Terbaik Abad Ini' 2001 silam.
Selain Pele dan Maradona, dunia sepak bola masih memeliki sederet pemain hebat. Sebut saja Franz Anton Beckenbauer. Libero asal Jerman yang dijuluki “Sang Kaisar” ini memiliki gaya kepemimpinan yang handal. Terbukti saat menjadi kapten Jerman Barat di Piala Dunia 1974, Beckenbauer membawa Jerman Barat sebagai juara.
Franz Beckenbauer
Sepanjang kiprahnya bersama timnas, 1965-1977,  Beckenbauer tampil sebanyak 103 dan mencetak 14 gol. Karier Beckenbauer kemudian berlanjut sebagai pelatih. Di Piala Dunia 1990 di Italia,  Beckenbauer membawa anak asuhannya merebut piala dunia.
Bintang lainnya hadir bersama munculnya total football, Belanda. Siapa lagi kalau bukan total football selain Johan Hendrikus Cruyff. Piala Dunia 1970, Belanda masih dianggap tim lemah yang tidak diperhitungkan oleh negara lain.
Namun, kehadiran Cruyff di Piala Dunia 1974 mengubah mata dunia. Gaya sepakbola menyerang dan bertahan secara serentak dinilai sebagai sebuah strategi yang efektif. Publik Belanda menyebutkan strategi itu kurang berhasil jika tidak ada Cruyff yang menjadi kapten saat itu.
Teknik tinggi Cruyff dan pergerakannya yang dinamis membawa Belanda menjadi runner up setelah dikalahkan Jerman Barat. Sayang, di Piala Dunia berikutnya, 1970 Cruyff absen karena
Johan Cruyff
engundurkan diri, padahal saat itu banyak yang memprediksi Cruyff dkk keluar sebagai juara dunia. Meski tidak pernah membawa Belanda sebagai juara, Cruyff membawa dasar permainan sepak bola total football yang dipakai tim orange hingga sekarang.
Playmaker lainnya yang tidak kalah handal adalah Michel Platini, pemain sepak bola berkebangsaan Perancis yang meraih gelar pemain terbaik Eropa 3 kali. (1983, 1984, 1985).
Platini memulai karier internasionalnya dengan bergabung dengan timnas Perancis U-23 tahun 1973. Kontribusinya saat melawan Rumania di kualifikasi olimpiade membuatnya dipanggil bermain untuk timnas senior.
Michel Platini
Piala Dunia Tahun 1978, Platini menjadi starting elevan. Sayang perlawanan Argentina dan Italia membuat Perancis tidak bisa berbuat banyak.
Gagal di tahun 1978, Perancis kembali tahun 1982, kali itu Platini dipercaya menjadi kapten dan membawa Perancis ke semi final. Namun, lagi-lagi Platini dkk harus pulang dengan tangan hampa. Di semifinal, Perancis bertekuk lutut setelah adu pinalti dengan Jerman Barat.
Platini mencetak 41 gol dalam 72 pertandingan selama membela Perancis. Sebagai pemain tengah rekor itu merupakan prestasi luar biasa.
Tahun 1982 Timnas Italia melahirkan seorang pemain besar, Paolo Rossi. Padahal saat
Paolo Rossi
emanggilannya di timnas, Rossi mendapat banyak kecaman karena kasus kecurangan skor. Publik Italia sendiri tidak berharap banyak pada Rossi, apalagi di grup C Italia harus melawan Argentina dan Brasil. Di luar dugaan, Italia menang 2-1 atas Argentina dan 3-2 dari Brasil. Tiga gol ke gawang Brasil merupakan jebolan Rossi. Pandangan publik Italia terhadapa Rossi kemudian berbalik 180 derajat.
Usai melucuti Polandia 2-0, Rossi membawa Italia ke final untuk menghadapi Jerman Barat. Di partai final, gol pertama Rossi membuat moral pemain Italia meningkat dan melibas Jerman Barat 3-1. Italia keluar sebagai juara. Tidak hanya itu, Rossi juga sukses menjadi pencetak gol terbanyak. Rossi yang tadinya dikecam kemudian dielu-elukan.
Romario
Setelah generasi Pele, Brasil kemudian melahirkan bintang baru. Salah satunya adalah Romariode Souza Faria atau yang akrab disapa Romário. Bersama tim Samba, Romario mengantungi gelar juara dunia tahun 1994.
Tidak hanya itu, Romario juga terpilih menjadi pemain terbaik dunia dan memenangkan Piala Dunia Golden Ball serta menjadi salah satu dari 125 pemain paling hebat dalam perayaan hari jadi FIFA yang ke-100.
Namun, prestasi Romario belum mampu menyamai Pele, Romario hanya mencetak 55 gol dari 70 pertandingan internasionalnya dan menjadikannya topskor tertinggi ke-2 dalam sejarah sepakbola Brasil.
Mengakhiri tarian Romario, muncul Zinedine Zidane. Zidane dikenal sebagai salah satu pengatur serangan terbaik dalam sejarah sepak bola. Kehebatan tendangan bebas Zidane juga tidak kalah dari seniornya, Platini. Prestasi terbaik Zidane diraihnya saat membawa Perancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Karena itu Zidane meraih penghargaan Ballon d'Or dan Pemain Terbaik FIFA tahun 2000 dan 2003.
Zinedine Zidane
Sayang, di akhir kariernya, di final Piala Dunia 2006 melawan Italia, Zidane mendapat kartu merah karena terpancing emosi dan menanduk bek Italia, Materazzi. Ulah Zidane itu lantas dijadikan alasan Perancis kalah dari Italia. Kendati begitu Zidane tetap terpilih menjadi Pemain Terbaik Piala Dunia 2006.
The Last but not least adalah Ronaldo Luís Nazário de Lima. Ronaldo mulai meniti karier internasionalnya sejak bermain di Piala Dunia 1994 meskipun tidak mendapatkan kesempatan bermain. Pria berkepala plontos yang besar di klub Inter Milan ini baru mendapat kesempatan bermain di Piala Dunia 1998.
Ronaldo
Namun, di final Ronaldo tidak bisa memberi kontribusi yang baik, saat itu alasannya sakit perut yang misterius sehingga ia tidak bisa tampil maksimal dan akhirnya bertekuk lutut dihadapan Perancis. Piala Dunia selanjutnya baru Ronaldo tampil gemilang dan mengantarkan Brasil menjadi juara.
Piala Dunia tahun 2006, penampilan Ronaldo dinilai buruk. Namun, di Piala  Dunia tersebut Ronaldo membuat sejarah baru dengan menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia sepanjang sejarah dengan 15 gol menggeser Gerd Müller dengan 14 gol.