Cari Blog Ini

Minggu, 19 Desember 2010

DRAWING 16 BESAR LIGA CHAMPION 2010/2011

Undian babak 16 besar Liga Champions sudah dilakukan. Hasil pengundian menentukan juara bertahan Inter Milan bertemu dengan lawan mereka di final musim lalu, Bayern Muenchen. 

Selain itu,undian ini juga mempertemukan Barcelona dengan tim yang mereka singkirkan di perempat final musim lalu, Arsenal. Kedua tim ini juga pernah bertemu di final 2006, di mana Barcelona keluar sebagai pemenang.

Babak 16 besar akan menggunakan sistem pertandingan kandang-tandang. Leg pertama akan digelar pada 15, 16, 22, dan 23 Februari 2011 dan leg kedua pada 8,9, 15, dan 16 Maret 2011. 

Berikut adalah hasil lengkap undian babak 16 besar tersebut :
AS Roma vs Shakhtar Donetsk
AC Milan vs Tottenham Hotspur
Valencia CF vs Schalke 04
Inter Milan vs Bayern Muenchen
Olympique Lyonnais vs Real Madrid
Arsenal vs Barcelona
Olympique Marseille vs Manchester United
FC Copenhagen vs Chelsea

Tekuk Mazembe 3-0, Inter Juara Piala Dunia Antarklub

Inter Milan berhasil menutup tahun 2010 dengan meraih gelar juara Piala Dunia Antarklub. Di babak final, anak buah Rafael Benitez mengatasi wakil Afrika Mazembe tiga gol tanpa balas.
Inter mengalahkan Mazembe 3-0 dalam laga yang berlangsung di Sheikh Zayed Stadium, Abu Dhabi, Minggu (19/12/2010) dinihari WIB. Gol-gol kemenangan Nerazzuri dikemas Goran Pandev, Samuel Eto’o dan Jonathan Biabiany.
Di kejuaraan dunia antarklub kali ini, Inter total membukukan enam gol dan tidak kebobolan. Ada pun di pertandingan sebelumnya yakni melawan Seongnam, tim Italia itu juga mencatat kemenangan 3-0.
Jalan Pertandingan
Menit awal laga ini sempat diganggu oleh masuknya seorang penyusup ke dalam lapangan yang membuat laga terhenti selama beberapa saat.
Pertandingan berlangsung dalam tempo tak terlalu cepat. Mazembe berusaha menekan lewat kedua sayap, namun usaha wakil Afrika itu belum ada yang memberikan ancaman berarti ke gawang Inter yang dikawal Julio Cesar.
Inter membuka skor lewat Goran Pandev di menit ke-13. Gol ini berawal dari umpan Samuel Eto’o. Bola coba diantispiasi oleh Kazembe Mihayo, namun gagal.
Si kulit bundar jatuh ke Pandev. Setelah beberapa langkah menggiring bola, eks Lazio itu melepas tembakan datar yang gagal dibendung kiper Muteba Kidiaba.
Juara Liga Champions Eropa unggul 2-0 empat menit berselang. Adalah Samuel Eto’o yang menjadi pencetak gol-nya. Berawal dari umpan silang Javier Zanetti dari sisi kanan, bola diterima dengan tak terlalu sempurna oleh Pandev.
Bola kemudian mengarah ke Eto’o. Dengan tendangan datar pemain asal Kamerun itu menjebol gawang Mazembe.
Nerazzuri memiliki kesempatan menambah skor di menit ke-23. Diego Milito yang lolos dari jebakan off-side tinggal satu lawan satu dengan Kidiaba. Sepakan pemain Argentina ini mengenai Kidiaba, bola selanjutnya dibuang bek Joel Kimwaki.
Menit ke-32 wakil Afrika memiliki peluang. Sepakan jarak jauh Dioko Kaluyituka masih bisa ditangkap Julio Cesar.
Milito! Tiga menit menuju jeda, pemain bernomor 22 ini kembali memiliki peluang. Menerima umpan terobosan, Milito tinggal berhadapan dengan Kidaiba. Namun sepakannya masih bisa dibendung dengan kaki oleh kiper Mazembe itu.
Inter memiliki dua peluang di periode satu jam laga berjalan. Sepakan Maicon dari sebelah kanan mengenai tangan Kiadiba dan kemudian tiang gawang. Selanjutnya tandukan Milito dari situasi sepak pojok masih melenceng dari sasaran.
Serbuan Mazembe hadir di menit ke-64. Umpan silang yang dilancarkan Mulota Kabangu dihalau Julio Cesar. Bola jatuh ke Amukok Kanda dan kemudian ia melepas tembakan namun masih membentur pemain belakang Inter.
Peluang bagus didapatkan wakil Afrika di menit ke-74. Kaluyituka berhasil menerobos hingga kotak penalti Inter. Julio Cesar bergerak menghalangi pergerakan pemain bernomor 15 itu. Kaluyituka kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Eto’o! Menit ke-77 striker Kamerun ini punya kesempatan menambah pundi gol-nya. Menuntaskan kerjasama antara Pandev dan Dejan Stankovic, Eto’o melepas tembakan yang masih bisa ditepis Kiadiba.
Dua menit berselang terjadi kemelut di muka gawang Inter. Umpan silang dari Mulota Kabangu disambut sepakan Kaluyituka. Bola ditepis oleh Julio Cesar. Hasil rebound diterima oleh Arnia Ekanga, namun usaha dia bisa digagalkan oleh Ivan Cordoba.
Tak lama kemudian, Kaluyituka kembali berpeluang. Kali ini tandukannya menyambut umpan silang dari sebelah kanan tepat di tangkapan Julio Cesar.
Anak buah Rafael Benitez memantapkan kemenangan limamenit menuju bubaran lewat pemain pengganti Jonathan Biabiany. Menerima umpan lambung yang dilepas Dejan Stankovic dari tengah lapangan, Biabiany mengecoh Kidiaba untuk selanjutnya menceploskan bola ke gawang Mazembe. 

Susunan Pemain:

Mazembe: Kidiaba; Nkulukuta, Kasusula, Kimwaki, Bedi, Ekanga, Mihayo, Singuluma, Kaluyituka (Ndonga 89′), Kabangu, Kasongo (Kanda 45′)
Inter Milan: Julio Cesar; Maicon, Cordoba, Chivu (Stankovic 53′), Lucio, Zanetti, Cambiasso, Thiago Motta (Mariga 84′), Milito (Biabiany 70′), Pandev, Eto’o

Selasa, 16 November 2010

Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (Enterprise Resource Planning/ERP)

Perencanaan sumber daya perusahaan, atau sering disingkat ERP dari istilah bahasa Inggrisnya, enterprise resource planning, adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.

Sejarah ERP 

ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice dan akuntasi perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.

Keuntungan Penggunaan ERP
  1. Integrasi Data Keuangan. Untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga top management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik.
  2. Standarisasi  Proses Operasi. Menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas produk.
  3. Standarisasi Data dan Informasi. Menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari banyak business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yg berbeda-beda.
Penerapan ERP

Berikut ini adalah ringkasan poin-poin yg bisa digunakan sebagai pedoman pada saat implementasi ERP:
  • ERP adalah bagian dari infrastruktur perusahaan, dan sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan. Semua orang dan bagian yang akan terpengaruh oleh adanya ERP harus terlibat dan memberikan dukungan.
  • ERP ada untuk mendukung fungsi bisnis dan meningkatkan produktivitas, bukan sebaliknya. Tujuan implementasi ERP adalah untuk meningkatkan daya saing perusahaan.
  • Pelajari kesuksesan dan kegagalan implementasi ERP, jangan berusaha membuat sendiri praktek implementasi ERP. Ada metodologi tertentu untuk implementasi ERP yang lebih terjamin keberhasilannya.
Gagalnya ERP
  • Waktu dan biaya implementasi yang melebihi anggaran.
  • Pre-implementation tidak dilakukan dengan baik.
  • Strategi operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya.
  • Orang-orang tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru.
Tanda-tanda kegagalan ERP

Kegagalan ERP biasanya ditandai oleh adanya hal-hal sebagai berikut:
  • Kurangnya komitmen top management
  • Kurangnya pendefinisian kebutuhan perusahaan (analisa strategi bisnis)
  • Cacatnya proses seleksi software (tidak lengkap atau terburu-buru memutuskan)
  • Kurangnya sumber daya (manusia, infrastruktur dan modal)
  • Kurangnya ‘buy in’ sehingga muncul resistensi untuk berubah dari para karyawan
  • Kesalahan penghitungan waktu implementasi
  • Tidak cocoknya software dgn business process
  • Kurangnya training dan pembelajaran
  • Cacatnya project design & management
  • Kurangnya komunikasi
  • Saran penghematan yang menyesatkan



Kamis, 11 November 2010

PEMAIN TERKOTOR SEPANJANG SEJARAH PIALA DUNIA

Sebagaimana selalu ada figur-figur dengan reputasi "anak baik" di atas lapangan, ada pula pemain-pemain yang memiliki label "miring". Siapa saja pemain-pemain terkotor di kancah Piala Dunia?

Dengan gigi depan yang jarang-jarang, wajah Joe Jordan jauh dari kata tampan. Namun bukan hanya wajahnya saja yang buruk, tetapi aksinya di atas lapangan juga menimbulkan ancaman buat lawan-lawannya.

Jordan 'sukses' merebut gelar sebagai pemain paling kotor di putaran final Piala Dunia sejak tahun 1966. Mantan pesepakbola yang kini menjabat sebagai asisten pelatih Tottenham Hotspur itu membuat lebih banyak pelanggaran per 90 menit daripada pemain lain pada umumnya.

Pesepakbola yang dijuluki 'Jaws' ini bermain untuk Skotlandia di dalam tiga edisi Piala Dunia di antara tahun 1974 dan 1982. Dalam daftar 10 pemain dengan jumlah pelanggaran terbanyak seperti diberitakan News of The World, 'Si Hiu' menduduki peringkat pertama.

Pria yang saat ini berusia 58 tahun tersebut membuat rata-rata 5,1 pelanggaran tiap satu laga. Ia membuat pelanggaran lebih banyak dibanding pemain Australia Tim Cahill, yang berada di urutan kedua dengan rata-rata 4,9 pelanggaran, disusul Jostein Flo dari Norwegia yang membuat 4,8 foul.

Akan tetapi jumlah yang diperoleh Cahill tersebut berpotensi bertambah. Pasalnya pemain Everton tersebut akan tampil di Piala Dunia tahun ini.

Skotlandia kembali mengirim wakilnya, Gordon Durie, ke dalam daftar itu. Durie yang bermain untuk negaranya bercokol di urutan empat dengan jumlah rata-rata pelanggaran 4,8 namun ia membuatnya dalam durasi waktu yang lebih banyak dari yang dibuat Flo, padahal dia adalah seorang penyerang!

Anatoly Byshovets (Uni Sovyet) menduduki peringkat lima. Pria kelahiran Ukraina tersebut bikin rata-rata 4,6 pelanggaran, sedangkan pemain legendaris Iran, Ali Daei, berada di belakang Byshovets juga dengan membuat catatan yang sama namun durasi bermainnya lebih banyak 60 menit.

Empat peringkat selanjutnya memiliki rata-rata pelanggaran yang sama yakni 4,4 dengan durasi waktu bermain di Piala Dunia yang berbeda. Berturut-turut mereka adalah Jose Perdomo (Uruguay), Nelson Vivas (Argentina), Pablo Mastroeni (AS) dan Josev Chovanec (Cekoslowakia).

Kategori pemain dengan penerima kartu terbanyak jatuh pada mantan pemain Kamerun, Andre Kana-Biyik. Ia menerima rata-rata satu kartu dalam 90 menit. Sebanyak keiikutsertaannya pada Piala Dunia 1990 dan 1994, ia mengoleksi tiga kartu kuning dan satu kartu merah.

Di urutan selanjutnya terdapat Luciano Monzon (Argentina) dengan rata-rata 0,97 kartu per 90 laga; Paulo Costinha (Portugal) 0,95; Jose Caminero 0,86 kartu, Mastroeni (AS) 0,86; Terry Fenwick (Inggris) 0,75; Khalid Al Muwaillid (Arab Saudi) 0,73; Stig Tofting (Denmark) 0,72; Rogibert Song 0,69 (Kamerun) dan Lee (Korea Selatan) 0,69.

ASAL MULA KARTU MERAH DALAM SEPAKBOLA

Nicolas Lodeiro jadi pemain pertama yang diberi kartu merah di Piala Dunia 2010. Ia kena hukuman dua kali kartu kuning yang membuatnya diusir wasit ketika timnya, Uruguay, menghadapi Perancis di Grup A yang berakhir dengan skor 0-0. Sedangkan kartu kuning pertama diperoleh Efrain Juarez (Meksiko) pada pembukaan Piala Dunia 2010 melawan tuan rumah Afrika Selatan, juga di Grup A.
Uniknya meski Piala Dunia sudah dimulai sejak tahun 1930, kartu merah-kartu kuning baru diperkenalkan pada penyelenggaraan Piala Dunia 1970 di Meksiko. Yang menarik, meski sudah diperkenalkan hukuman dengan menggunakan kartu itu, pada Piala Dunia 1970 tak satu pun pemain yang mendapatkan kartu merah. Mungkin hukuman itu menakutkan seluruh peserta tim hingga mereka bermain hati-hati. Sedangkan pemain yang pertama mendapat kartu kuning adalah pemain Cile Carlos Caszely pada Piala Dunia 1974 yang diselenggarakan di Jerman.
Piala Dunia juga sempat melahirkan rekor pemberian kartu kuning-kartu merah terbanyak dalam satu pertandingan yaitu pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Ketika itu Portugal dan Belanda saling berhadap di babak 16 besar. Begitu kerasnya pertandingan sampai-sampai wasit Valentin Ivanov dari Rusia mengeluarkan 16 kartu kuning dan 4 kartu merah!
Sedangkan di luar Piala Dunia, ada juga catatan rekor lucu di mana seorang pemain bisa kena kartu merah begitu masuk lapangan. Rekor ini dipegang oleh David Pratt (mulai 2008) yang begitu masuk lapangan langsung membuat tackle berat pada lawan. Hal ini membuat wasit memberinya kartu merah. Berapa lama pemain Chippenham Town itu di lapangan sebelum di kartumerah? Cuma tiga (3) detik! 
Pencipta Kartu Merah
Kartu merah-kartu kuning ini tidak akan dikenal jika tidak terjadi insiden pada pertandingan Inggris melawan Argentina pada Piala Dunia 1966 di Inggris. Saat itu kedua kesebelasan bertanding di babak perempat final. Wasit yang memimpin adalah Rudolf Kreitlein (Jerman).
Ketika itu aturan pemain yang bermain kasar dan harus dikeluarkan dari lapangan cukup dilakukan dengan pengusiran langsung oleh wasit dengan sejumlah penjelasan.Namun saat wasit Kreilein mengusir pemain Argentina Antonio Rattin yang dianggapnya melakukan pelanggaran berat, pemain itu tetap ngotot bertahan di lapangan. Terjadi saling adu argumen antara wasit Kreilein dan Rattin, namun karena kendala bahasa yang tidak dipahami satu sama lain kejadian itu membuat pertandingan berhenti beberapa menit.
Insiden itu membuat wasit Inggris Ken Aston yang juga menjadi wasit di Piala Dunia 1966 punya ide brilian mengganti penjelasan wasit pada pemain yang melanggar. Ide itu ia dapat saat terjebak lalu-lintas usai memimpin pertandingan. Dari lampu lalu-lintas yang menghadangnya, ia mendapatkan ide hukuman berupa kartu kuning untuk pelanggaran yang bisa ditolerir dan kartu merah untuk pengusiran pemain. Nah ide itu baru diterapkan pada Piala Dunia 1970 di Meksiko.

Selasa, 09 November 2010

GOL TENDANGAN BEBAS TERBAIK SEPANJANG MASA

Kriteria gol terbaik yang dihasilkan melalui tendangan bebas :

1. Tendangan bebasnya dinilai sangat berharga buat tim; gol penentu kemenangan.
2. Dikenang sepanjang masa (memorable) - golnya berdampak kuat terhadap daya ingat sesorang.
3. Kreatifitas tendangan bebas hingga gol itu terjadi.
4. Tingkat kesulitannya : jumlah pemain lawan yang memasang tembok, sudut dan jarak ke gawang.

Kandidat Pertama : DAVID BECKHAM
Inggris 2 - 2 Yunani (6 Oktober 2001)
Beckham kembali menjadi pahlawan The Three Lions setelah dimusuhi publik Inggris pasca Prancis 1998. Menit ke 93, Inggris tertinggal 2-1 dari tamunya, Yunani, dan terancam tidak lolos otomatis ke Piala Dunia 2002. Beckham mendapat peluang terakhir untuk mengeksekusi tendangan bebas dari jarak 20 yard. Tembok Tunani dibentuk oleh empat pemain. BOOM! Beckham merobek atap gawang Yunani, kiper Nikopolidis terpaku, dan Old Trafford berpesta.

Kandidat Kedua : ROBERTO CARLOS
Prancis 1 - 1 Brasil (3 Juni 1997)

Le Tournoi de France 1997 dijadikan ajang pemanasan menjelang Piala Dunia 1998. Brasil, inggris, Italia dan tuan rumah Prancis saling berhadapan dalam turnamen yang dimenangkan Inggris ini. Roberto Carlos sebenarnya 'tidak berhak' mencetak gol seperti ini. Sejauh 25 yard, bola yang dilesatkannya memisang ke tiang kiri gawang Prancis. Gol tersebut tak hanya membuat penjaga gawang Fabien Barthez bengong, tapi juga ribuan penonton - baik di stadion maupun di rumah - juga demikian.
Selain itu, Carlos membukukan rekor Piala Dunia, ketika tendangan bebasnya melawan Cina tercatat sebagai yang tercepat dalam sejarah turnamen itu.

Kandidat Ketiga : WILLIE CARR & ERNIE HUNT
Gol yang satu ini dihasilkan lewat tendangan bebas yang tidak lazim. Coventry memerlukan strategi yang lebih jitu menghadapi juara bertahan Everton. Akhirnya, datanglah tendangan bebas spektakuler berkat kecerdikan Carr dan Hunt. Carr melakukan sesuatu yang disebut 'donkey kick' (tendangan keledai).

Kandidat keempat :     JOSE LUIS CHILAVERT
Velez Sarsfield vs River Plate (2000)
 Inilah salah satu gol yang paling terkenal di Argentina. Jika seorang kiper mengambil tendangan bebas dan membentur tembok pertahanan, akibatnya bisa fatal - bola jatuh ke kaki lawan, serangan balik dilancarkan saat gawangnya kosong dan tebak sendiri apa yang terjadi. Penjaga gawang tidak diciptakan untuk mencetak gol. namun, Chilavert tercatat sebagai salah satu topskor sepanjang maasa di posisinya, karena terpillih sebagai spesialis tendangan bebas dan penalti, baik di Velez maupun timnas Paraguay. Alhasil, ia mengoleksi torehan 62 gol sepanjang karirnya, termasuk dari tengah lapangan ke gawang River Plate pada kejuaraan Argentina 2000. saat rekannya tergeletak cedera, Chilavert secara sinis memanfaatkan gawang yang kosong ditinggalkan Mono Burgos. GOOOOLLLLL...!!!

Kandidat Kelima : ALVARO RECOBA
Inter Milan 3-1 AS Roma (24 Maret 2002)
Tendangan bebas Recoba memupus harapan AS Roma untuk meraih scudetto.

Gol lain yang layak dipertimbankan :
1) Diego maradona (Napoli vs Juventus) dari dalam kotak penalti
2) Paul Gascoigne (Tottenham Hotspur vs Arsenal) di semi-final Piala FA 1991
3) Cristiano Ronaldo (Manchester United vs Portsmouth)
4) Cevad Prekazi (Galatasaray vs Monaco) dari jarak 45 meter yang mengantar Gala ke semi-final Piala Eropa 1988
5) Pierre van Hooijdonk (SC Freiburg vs Feyenoord) di Piala UEFA 2001/2002 dari sudut yang sempit.
6) Rogerio Ceni (Sao Paulo vs Vasco de Gama) penjaga gawang Brasil ini memegang rekor sebagai kiper yang mencetak gol terbanyak : 83 sepanjang kariernya di Sao Paulo
7) Ronaldinho (Brasil vs Inggris) yang mengakhiri kiprah David Seaman dkk di Piala Dunia 2002
8) Artem Koncevoj (MTZ-Ripo vs Smorgon) pada Oktober 2006. luar Biasa !

BINTANG PIALA DUNIA DARI MASA KE MASA

SEJAK pertama kali digelar pada tahun 1930, Piala Dunia FIFA melahirkan banyak bintang di masanya. Berikut ini adalah sembilan diantaranya menurut versi Bintang.
Pele atau bernama lengkap Edison Arantes do Nascimento lahir 23 Oktober 1940. Pele membawa Brasil 3 kali menjadi juara dunia. Pada 1958 di Swedia, 1962 di Chili, dan 1970 di Meksiko. Bukan itu saja yang istimewa dari Pele.
Bakat Pele memainkan si kulit bundar sudah terlihat sejak berusia 11 tahun. Empat tahun kemudian Pele digaet klub Santos. Dalam pertandingan perdananya Pele menyumbang 1 gol. Publik Brasil memiliki harapan besar sepak bola Brasil akan meraih prestasi. Tahun 1958 Pele bergabung dengan timnas Brasil di Piala Dunia di Swedia.
Pele
Untuk pertama kalinya, Brasil menjadi juara dunia. Pele menjadi pemain termuda dan mesin gol Brasil. Enam gol di ajang itu yang dibuat Pele, salah satunya hattrick saat melawan Perancis di semifinal. Di piala dunia selanjutnya, 1962 di Chili, Pele tidak semujur sebelumnya.
Meski Brasil keluar sebagai juara, Pele tidak sepenuhnya beraksi karena cedera serius saat bertanding melawan Meksiko. Cedera yang sama juga Pele alami saat Piala Dunia 1966. Saat itu terlihat sekali kekuatan Brasil jauh menurun akibat ketidakhadiran Pele. Baru di Piala Dunia 1970 obsesi Pele memboyong tropi Jules Rimet menjadi kenyataan.
Sepanjang kariernya, Pele 92 kali memperkuat Brasil dan mengoleksi 77 gol. Secara keseluruhan Pele telah mencetak 1281 gol dalam 1363 pertandingan. Ada yang istimewa dari gol-gol Pele. Untuk mengenang gol ke-1000 Pele yang dicetak di Stadion Maracana, publik Brasil merayakannya sebagai 'Pele Day' setiap 19 November.
Diego Armando Maradona memulai debutnya tahun 1976 bersama klub Argentinos Juniors. Pada 1981 Maradona hijrah ke klub Boca Juniors dan setahun kemudian merumput untuk FC Barcelona. Namun, prestasi bergengsi baru Maradona raih ketika membela Napoli dengan meraih scudetto Seri A 1986/87 dan 1989/1990 serta menjuarai Piala Italia 1987.
Diego Armando Maradona
Kejayaan Maradona di Piala Dunia justru dimulai di Piala Dunia 1986 yang dilangsungkan di Meksiko. Maradona membuat gol terbaik sepanjang masa ketika Argentina bertemu Inggris di babak perempat final. Maradona menggiring bola dari tengah lapangan dan mengecoh 5 orang pemain Inggris hingga berhadapan dengan sang kiper, Peter Shilton. Gol Maradona itu kemudian dijadikan gol terbaik abad ini.
Selain gol indah, pada Piala Dunia tersebut Maradona juga membuat gol kontroversial, gol yang tercipta dengan bantuan tangan. Gol itu Maradona juluki “gol tangan Tuhan”.
Di Piala Dunia berikutnya, prestasi Maradona tidak sebaik Piala Dunia 1986. Argentina hanya menjadi runner up setelah kalah dari Jerman Barat, 1-0. Setelah itu karier Maradona cenderung menurun lantaran kasus doping. Di luar itu, baik Maradona maupun Pele dianugerahi FIFA sebagai 'Pemain Terbaik Abad Ini' 2001 silam.
Selain Pele dan Maradona, dunia sepak bola masih memeliki sederet pemain hebat. Sebut saja Franz Anton Beckenbauer. Libero asal Jerman yang dijuluki “Sang Kaisar” ini memiliki gaya kepemimpinan yang handal. Terbukti saat menjadi kapten Jerman Barat di Piala Dunia 1974, Beckenbauer membawa Jerman Barat sebagai juara.
Franz Beckenbauer
Sepanjang kiprahnya bersama timnas, 1965-1977,  Beckenbauer tampil sebanyak 103 dan mencetak 14 gol. Karier Beckenbauer kemudian berlanjut sebagai pelatih. Di Piala Dunia 1990 di Italia,  Beckenbauer membawa anak asuhannya merebut piala dunia.
Bintang lainnya hadir bersama munculnya total football, Belanda. Siapa lagi kalau bukan total football selain Johan Hendrikus Cruyff. Piala Dunia 1970, Belanda masih dianggap tim lemah yang tidak diperhitungkan oleh negara lain.
Namun, kehadiran Cruyff di Piala Dunia 1974 mengubah mata dunia. Gaya sepakbola menyerang dan bertahan secara serentak dinilai sebagai sebuah strategi yang efektif. Publik Belanda menyebutkan strategi itu kurang berhasil jika tidak ada Cruyff yang menjadi kapten saat itu.
Teknik tinggi Cruyff dan pergerakannya yang dinamis membawa Belanda menjadi runner up setelah dikalahkan Jerman Barat. Sayang, di Piala Dunia berikutnya, 1970 Cruyff absen karena
Johan Cruyff
engundurkan diri, padahal saat itu banyak yang memprediksi Cruyff dkk keluar sebagai juara dunia. Meski tidak pernah membawa Belanda sebagai juara, Cruyff membawa dasar permainan sepak bola total football yang dipakai tim orange hingga sekarang.
Playmaker lainnya yang tidak kalah handal adalah Michel Platini, pemain sepak bola berkebangsaan Perancis yang meraih gelar pemain terbaik Eropa 3 kali. (1983, 1984, 1985).
Platini memulai karier internasionalnya dengan bergabung dengan timnas Perancis U-23 tahun 1973. Kontribusinya saat melawan Rumania di kualifikasi olimpiade membuatnya dipanggil bermain untuk timnas senior.
Michel Platini
Piala Dunia Tahun 1978, Platini menjadi starting elevan. Sayang perlawanan Argentina dan Italia membuat Perancis tidak bisa berbuat banyak.
Gagal di tahun 1978, Perancis kembali tahun 1982, kali itu Platini dipercaya menjadi kapten dan membawa Perancis ke semi final. Namun, lagi-lagi Platini dkk harus pulang dengan tangan hampa. Di semifinal, Perancis bertekuk lutut setelah adu pinalti dengan Jerman Barat.
Platini mencetak 41 gol dalam 72 pertandingan selama membela Perancis. Sebagai pemain tengah rekor itu merupakan prestasi luar biasa.
Tahun 1982 Timnas Italia melahirkan seorang pemain besar, Paolo Rossi. Padahal saat
Paolo Rossi
emanggilannya di timnas, Rossi mendapat banyak kecaman karena kasus kecurangan skor. Publik Italia sendiri tidak berharap banyak pada Rossi, apalagi di grup C Italia harus melawan Argentina dan Brasil. Di luar dugaan, Italia menang 2-1 atas Argentina dan 3-2 dari Brasil. Tiga gol ke gawang Brasil merupakan jebolan Rossi. Pandangan publik Italia terhadapa Rossi kemudian berbalik 180 derajat.
Usai melucuti Polandia 2-0, Rossi membawa Italia ke final untuk menghadapi Jerman Barat. Di partai final, gol pertama Rossi membuat moral pemain Italia meningkat dan melibas Jerman Barat 3-1. Italia keluar sebagai juara. Tidak hanya itu, Rossi juga sukses menjadi pencetak gol terbanyak. Rossi yang tadinya dikecam kemudian dielu-elukan.
Romario
Setelah generasi Pele, Brasil kemudian melahirkan bintang baru. Salah satunya adalah Romariode Souza Faria atau yang akrab disapa Romário. Bersama tim Samba, Romario mengantungi gelar juara dunia tahun 1994.
Tidak hanya itu, Romario juga terpilih menjadi pemain terbaik dunia dan memenangkan Piala Dunia Golden Ball serta menjadi salah satu dari 125 pemain paling hebat dalam perayaan hari jadi FIFA yang ke-100.
Namun, prestasi Romario belum mampu menyamai Pele, Romario hanya mencetak 55 gol dari 70 pertandingan internasionalnya dan menjadikannya topskor tertinggi ke-2 dalam sejarah sepakbola Brasil.
Mengakhiri tarian Romario, muncul Zinedine Zidane. Zidane dikenal sebagai salah satu pengatur serangan terbaik dalam sejarah sepak bola. Kehebatan tendangan bebas Zidane juga tidak kalah dari seniornya, Platini. Prestasi terbaik Zidane diraihnya saat membawa Perancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Karena itu Zidane meraih penghargaan Ballon d'Or dan Pemain Terbaik FIFA tahun 2000 dan 2003.
Zinedine Zidane
Sayang, di akhir kariernya, di final Piala Dunia 2006 melawan Italia, Zidane mendapat kartu merah karena terpancing emosi dan menanduk bek Italia, Materazzi. Ulah Zidane itu lantas dijadikan alasan Perancis kalah dari Italia. Kendati begitu Zidane tetap terpilih menjadi Pemain Terbaik Piala Dunia 2006.
The Last but not least adalah Ronaldo Luís Nazário de Lima. Ronaldo mulai meniti karier internasionalnya sejak bermain di Piala Dunia 1994 meskipun tidak mendapatkan kesempatan bermain. Pria berkepala plontos yang besar di klub Inter Milan ini baru mendapat kesempatan bermain di Piala Dunia 1998.
Ronaldo
Namun, di final Ronaldo tidak bisa memberi kontribusi yang baik, saat itu alasannya sakit perut yang misterius sehingga ia tidak bisa tampil maksimal dan akhirnya bertekuk lutut dihadapan Perancis. Piala Dunia selanjutnya baru Ronaldo tampil gemilang dan mengantarkan Brasil menjadi juara.
Piala Dunia tahun 2006, penampilan Ronaldo dinilai buruk. Namun, di Piala  Dunia tersebut Ronaldo membuat sejarah baru dengan menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia sepanjang sejarah dengan 15 gol menggeser Gerd Müller dengan 14 gol.

Inter Milan Juara Eropa 2010

Musim ini, Inter Milan layak disebut sebagai Raja Eropa. Bukan hanya karena gelar juara Liga Champions, namun juga dalam perjalanannya, Nerazzuri menaklukkan tim terbaik di liga masing-masing.
Inter dinobatkan sebagai juara Liga Champions 2009/2010 setelah mengkandaskan Bayern Muenchen 2-0 di laga final, Minggu (23/5/2010) dinihari WIB.
Dikutip dari Football-Italia, dalam perjalanannya menuju laga final dan sebelum akhirnya juara, Javier Zanetti dkk. mengkandaskan para “raja” di liga masing-masing yakni Chelsea, Barcelona, dan sebelum akhirnya Bayern.
Memang ketika menghadapi Chelsea di babak 16 besar dan Barcelona di semifinal, baik The Blues mau pun Azulgrana belum memastikan diri menjadi juara Premier League atau pun La Liga. Bahkan Inter sendiri belum keluar sebagai juara Serie A sampai pekan lalu. Namun tak dapat dipungkiri, nama-nama tersebut mewakili yang terbaik dari masing-masing liga.
“Malam ini kami tampil luar biasa dan kami pantas untuk menjadi juara setelah kami mengalahkan Barcelona dan Chelsea,” ujar striker Goran Pandev di situs resmi Inter.
Keberhasilan Inter Milan menjuarai Liga Champions musim ini juga mengangkat perolehan gelar tim Italia. Dengan 12 gelar, Italia kini berbagi tempat dengan Spanyol sebagai kolektor gelar terbanyak.
Inter dinobatkan sebagai juara Liga Champions usai mengalahkan Bayern Munich dalam laga yang digelar Minggu (23/5/2010) dinihari WIB.
Titel ini merupakan trofi ketiga yang berhasil diraih La Beneamata setelah sebelumnya mereka dapatakan di musim 1963/1964 dan 1964/1965 ketika kejuaraan masih bernama European Cup.
Dengan keberhasilan Inter, jumlah perolehan gelar Italia di kejuaraan kasta tertinggi antarklub Eropa ini menjadi 12, menyamai Spanyol. Negeri Pisa dan Negeri Matador kini berbagi tempat pertama untuk urusan raihan trofi terbanyak di European Cup/Liga Champions.
Selain Nerazzuri, trofi untuk Italia disumbangkan oleh AC Milan (tujuh gelar) dan Juventus (dua gelar).
Tak salah jika Inter Milan merekrut Diego Milito di musim panas kemarin. Terbukti penyerang internasional Argentina itu menjadi penentu kesuksesan besar La Beneamata musim ini. Julukan Il Principe sangat tak berlebihan bagi Milito.
Namun demikian Milito menjawab keraguan yang mungkin memang ada sejak kehadiran dia di Giuseppe Meazza. Milito menjelma jadi predator ulung di kotak penalit lawan dan boleh dibilang pemain 31 tahun itu adalah kunci sukses Inter musim ini.
Ya tiga gelar yang direbut musim ini yaitu di Seri A, Liga Champions dan Coppa Italia tak lepas dari peran Milito. Pertama adalah di final Coppa Italia melawan AS Roma, dimana Milito mencetak satu-satunya gol dalam partai tersebut.
Lalu kedua di partai ke-38 Seri A saat gol tunggal Milito bikin Inter menang 1-0 atas Siena dan menjadi juara. Terakhir dan yang paling spesial tentu dua golnya ke gawang Bayer Munich di partai final Liga Champions bikin Inter menang 2-0 dan merebut trofi ketiganya sepanjang 102 tahun sejarah klub itu.
Lebih hebatnya lagi Milito mampu tampil sebagai pencetak gol terbanyak Nerazzuri musim ini dengan 22 gol di Seri A dan enam gol di Liga Champions.
Javier Zanetti mencatatkan penampilan ke-700 bersama Inter Milan di partai final Liga Champions kontra Bayern Muenchen. Dan Zanetti mewarnainya dengan sesuatu yang sangat spesial, trofi Liga Champions.
Di umur yang sudah 36 tahun, Zanetti termasuk pemain yang paling konsisten dan senior di kubu Inter. Zanetti adalah satu-satunya pemain yang masih tersisa dari tahun pertama Massimo Moratti memimpin Nerazzuri di tahun 1995. Ketika itu Zanetti diangkut dari klub Argentina, Banfield.
Di 2010 ini Zanetti memasuki tahun ke-15nya dan sayangnya diwarnai dengan sebuah kekecewaan. Apalagi kalau bukan tak diikutsertakan dirinya dalam skuad Argentina di Piala Dunia 2010 oleh Maradona.
Jelas dengan rekor pemain dengan terbanyak di Tim Tango yaitu 116, sungguh mengherankan bila nama Zanetti tak ada di 23 pemain yang diboyong ke Afrika Selatan. Di usia senjanya, perhelatan Piala Dunia boleh dibilang adalah kesempatan terakhir meraih prestasi tertinggi di level timnas.
Namun lain di timnas lain di klub. Rasa sakit Zanetti akhirnya terhapus sudah dengan prestasi luar biasa yang dicatat Inter musim ini yaitu merebut Treble Winner, yaitu Scudetto, Coppa Italia dan Liga Champions.
Yang disebut terakhir tentunya jadi gelar paling prestisius yang pernah direbut oleh pemain berjuluk Il Tractore itu. Butuh lebih dari satu dasawarsa Zanetti harus menunggu untuk trofi Liga Champions pertama dalam karirnya dan juga pertama bagi La Benemata dalam 45 tahun terakhir.
Bagi Zanetti Inter yang dipimpin oleh Jose Mourinho saat ini adalah skuad terbaik yang pernah ia temui dan sulit rasanya jika harus menemukan momen seperti ini di musim-musim mendatang.
“Ini adalah emosi yang unik karena aku menginginkan piala ini selama 15 tahun. Usai memenangi Coppa Italia dan liga aku sangat merindukan ini, trofi terpenting,” sahut Zanetti di situs resmi UEFA.
“Sekarang aku bisa katakan aku adalah kapten dari Inter yang sangat hebat. Ini adalah periode terbaik dalam karirku, aku merasa lebih kuat dari yang kemarin. Aku pikir tidak mungkin bisa tampil lebih baik dari musim ini,” pungkas Zanetti.
Zanetti memang sangat spesial bagi ‘Tim Biru Hitam’. Selain menjadi pemain yang paling loyal dan sudah mengenakan ban kapten sejak tahun 1999, Zanetti dalam karirnya belum pernah sekalipun menerima kartu merah.
Keberhasilan Jose Mourinho mengantar Inter Milan jadi jawara Liga Champions musim 2009-2010 menorehkan prestasi tersendiri untuknya karena inilah trofi Liga Champions keduanya.
Untuk Mourinho sang allenatore Inter, ini menjadi capaian tersendiri untuknya. Si pria Portugal kini resmi jadi pelatih ketiga dalam sejarah yang meraih trofi Liga Champions/Piala Champions yang juara bersama dua klub berbeda.
Sebelum ini Mourinho sudah pernah mengantar FC Porto juara Liga Champions musim 2003-2004, dengan mengalahkan AS Monaco di final.
Capaian ini sebelumnya hanya pernah diraih oleh Ernst Happel (dengan Feyenoord di 1969/70 dan Hamburg di 1982/83) dan Ottmar Hitzfeld (dengan Borussia Dortmund di 1996/97 dan Bayern Munich di 2000/01).

10 GOL TERBAIK DARI PEMAIN BELAKANG

Tidak hanya penyerang, pemain yang berkutat di jantung pertahanan juga bisa mencetak gol spektakuler melalui berbagai cara. Seorang pemain belakang juga piawai mencetak gol.
Selain menahan terjangan pemain lawan, mereka juga mempunya insting seperti striker. Sport telah merangkum 10 orang yang beroperasi sebagai bek, namun memberikan kontribusi besar bagi klub yang pernah dibelanya. BErikut gol-gol terbaik dari para pemain belakang itu.

1. Daniel Passarella
Meskipun jarang menggempur pertahanan lawan, namun bek yang juga legenda Argentina ini adalah spesialisasi bola mati. Selain piawai melesakkan si kulit bundar, ia juga trampil kala duel di udara. Tak heran, selama berseragam Albiceleste, ia mengantarkan Tim Tango dua kali juara Piala Dunia.
Mantan pemain Inter Milan itu mengoleksi 140 gol dari 447 pertandingan sepanjang karir sepakbolanya. Ditambah ia telah menyumbangkan 22 gol dari 70 laga bersama timnasnya.

2. Ronald Koeman
Mantan pemain Belanda ini selain jago mengatur pertahanan, juga tajam di depan gawang lawan. Buktinya, sepanjang sepanjang bergabung dengan tim benua Eropa, ia telah melakoni 533 laga dan torehan 193 gol. Koeman juga sering mengeksekusi tendangan bebas hingga menjadi gol.

3. Steve Bruce
Pria 48 tahun yang kini menukangi Sunderland itu juga termasuk bek produktif. Sepanjang karirnya di Britania Raya,
787 laga telah ia jalani dan menorehkan 81 gol. Ia juga menjadi bek yang mencetak gol terbanyak di daratan Inggris.

4. Roberto Carlos
Mantan pemain Real Madrid ini termasuk di dalamnya. Pemain plontos itu dikenal dengan tendangan yang keras dan terarah. Maka pantas kalau pria Brasil itu masuk dalam jajarn ini.
Meski sebagai bek, Carlos sering mengeksekusi bola mati. Ia dikenal dengan tendangan kaki kirinya yang mematikan. Mantan pemain Inter Milan itu juga pandai mengakali bagaimana bola di kakinya itu bisa menghujam namun tidak membentur pagar betis lawan. Ia telah mencetak 78 gol dari 559 penampilan sepanjang karirnya.

5. Stuart Pearce
Mantan pemain Manchester City ini termasuk salah satu eksekutor. Sebanyak 83 gol telah ia buat, menjadikan pria 47 tahun itu terkenal sebagai pengeksekusi tendangan bebas pada final Piala FA 1991.
Bagaimanpun juga, ia pernah gagal ketika menjadi algojo penalti pada semifinal Piala Dunia 1990. Tapi enam tahun berikutnya, ia sukses menjalani tugasnya di depan 12 pas pada Euro 96.

6. David Unsworth
Mantan pemain yang lebih banyak membela klub asal Inggris ini juga diplot sebagai salah satu bek pencetak gol terbanyak. Gol Unsworth lebih banyak di kotak 12 pas. Selain itu, pemain 35 tahun ini pernah menyelamatkan Wigan Athletic terdegradasi dari Premier League 2007 lalu melalui golnya.

7. Ian Harte
Pemain asal Irlandia ini tampil gemilang bersama Leeds United. Tercatat selama 213 tampil, ia sukses membukukan gol sebanyak 28 kali. Salah satu gol itu membuat Leeds mencapai semifinal Liga Champions. Bek yang kini membela Carlisle United itu identik dengan kaki kirinya yang kuat.

8. Mariano Pernia
Bek yang kini membela Atletico Madrid itu sempat menjadi pencetak gol terbanyak La Liga musim 2005-2006 ketika membela Getafe. Pemain bertahan yang beroperasi di daerah kiri itu lahir di Buenos Aires, Argentina.
Tapi melalui proses naturalisasi, ia akhirnya membela Spanyol dan telah membukukan satu gol dari 11 penampilannya bersama Timnas El Matador.

9. John Terry
Kapten Chelsea ini dikenal sebagai bek yang ditakuti saat berdiri di kotak penalti. Pasalnya, ia sering maju menyambut tendangan bebas dan corner.
Selain itu, Terry juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah bek Chelsea. Tercatat bersama The Blues, ia telah mengemas 17 gol dari 278 pertandingan. Begitu juga bersama timnas, pemain 28 tahun ini telah menyumbang enam gol dari 54 laga.

10. Roy Steward
Nama panggilannya Tonka, diambil dari mainan Tonka yang dikenal sulit ditundukkan. Pria asal Skotlandia itu sering mengambil tempat saat tendangan penalti. Bersama West Ham United, ia telah menorehkan 62 gol dari 345 pertandingan.VVn

10 PENCETAK GOL TERBANYAK DI SERI A SEPANJANG SEJARAH

Serie A mulai lebih dari seminggu yang lalu, tetapi hanya satu pertandingan telah dimainkan oleh semua tim, dengan aliran terganggu hal-hal sebagai kualifikasi Euro 2012 dimulai. Now, to celebrate the real beginning of the Serie A this weekend, home of the Champions League trophy holders Inter and a league looking to bring back its flair and somewhat lost popularity in recent years, here are the 10 greatest scorers in the history of the Serie A. Sekarang, untuk merayakan awal yang sebenarnya dari Serie A akhir pekan ini, rumah dari pemegang piala Champions League Inter dan liga mencari untuk membawa kembali bakat dan popularitas agak hilang dalam beberapa tahun terakhir, di sini adalah 10 skor terbesar dalam sejarah Serie A.

Number 10 – Giampiero Boniperti, 178 Goals 

Giampiero Boniperti Top Ten Scorers in Serie A History
A Juve man and eventually a hero from the first moment he stepped on the Serie A pitches and until he hung his boots, Boniperti, now 82, dominated the Juventus scoring records for over 60 years, until one Alessandro Del Piero came along, becoming Juve's all time leading goalscorer in 2006 in all competitions. Seorang pria Juve dan akhirnya seorang pahlawan dari saat pertama ia menginjak Serie A pitches dan sampai ia menggantung sepatu botnya, Boniperti, sekarang 82, mendominasi Juventus mencetak catatan selama lebih dari 60 tahun, sampai satu Alessandro Del Piero datang, menjadi Juve semua waktu pencetak gol terkemuka pada tahun 2006 di semua kompetisi. Boniperti's numbers are especially impressive looking at the first few years of his career, scoring over 15 goals in five consecutive seasons, including 27 in the 1947-1948 one, leading the league. nomor Boniperti adalah sangat mengesankan melihat beberapa tahun pertama karirnya, mencetak lebih dari 15 gol dalam lima musim berturut-turut, termasuk 27 di 1947-1948 satu, memimpin liga. He won five league titles with Juventus, including three as part of the Magical Trio, playing alongside John Charles and Omar Sivori. Ia memenangkan lima gelar liga dengan Juventus, termasuk tiga sebagai bagian dari Trio Sihir, bermain bersama John Charles dan Omar Sivori.
 

Number 9 – Gabriel Batistuta, 184 Goals 

Gabriel Batistuta Top Ten Scorers in Serie A History
You don't get nicknamed Batigol for nothing. Anda tidak mendapatkan julukan Batigol untuk apa-apa. Batistuta played 12 seasons in Italy, scoring 184 goals, most of them with Fiorentina, where he played nine seasons and is still practically a legend with club supporters. Batistuta bermain 12 musim di Italia, mencetak 184 gol, kebanyakan dari mereka dengan Fiorentina, di mana ia bermain sembilan musim dan masih praktis sebuah legenda dengan pendukung klub. Batistuta led the league in scoring once, 1994-1995, scoring 26 league goals, and surpassed the 20 goal mark four more times, including on his first season with AS Roma, winning his first and only league title in Italy, scoring 20 goals. Batistuta memimpin liga dalam angka sekali, 1994-1995, mencetak 26 gol liga, dan melampaui empat tujuan menandai 20 kali lebih, termasuk pada musim pertamanya bersama AS Roma, memenangkan gelar liga pertama dan satu-satunya di Italia, mencetak 20 gol. Batistuta is also Argentina's all time leading goal scorers, with 56 goals in 78 matches for the national team. Batistuta juga sepanjang waktu Argentina terkemuka skor tujuan, dengan 56 gol dalam 78 pertandingan untuk tim nasional.
 

Number 8 – Giueseppe Signori, 188 Goals 

Giuseppe Signori Top Ten Scorers in Serie A History
A three time Serie A top scorer, Signori was one of the best strikers in Europe during the early 90's, mostly due to his time with Lazio, scoring 107 league goals in 152 matches between 1992-1997. Sebuah waktu tiga pencetak gol terbanyak Serie A, Signori adalah salah satu striker terbaik di Eropa selama 90-an, terutama karena waktunya dengan Lazio, mencetak 107 gol di 152 pertandingan liga antara 1992-1997. He found more success later in his career after transferring to Bologna, scoring 67 goals in six seasons with the club. Dia menemukan sukses berikutnya dalam karirnya setelah mentransfer ke Bologna, mencetak 67 gol dalam enam musim dengan klub. Despite his impressive scoring record, Signori never won any titles with any of his teams and failed to impress for the national team. Meskipun catatan mengesankan skor nya, Signori tidak pernah memenangkan gelar apapun dengan tim dan gagal untuk mengesankan untuk tim nasional.
 

Number 7 – Kurt Hamrin, 190 Goals 

Kurt Hamrin Top Ten Scorers in Serie A History
The Swedish striker is a residet of Florence to this day, and scored most of his goals in Italy (190) with Fiorentina, 150 goals, where he spent nine seasons, famously winning the Cup Winners' Cup in 1961 . Striker Swedia adalah residet dari Florence sampai hari ini, dan mencetak sebagian besar gol di Italia (190) dengan Fiorentina, 150 gol, di mana ia menghabiskan sembilan musim, terkenal memenangkan Piala Winners pada tahun 1961 . He had three seasons with 20+ goals while playing in Serie A, including two consecutive 26 goal seasons for Fiorentina (1958-1960). Dia memiliki tiga musim dengan 20 + gol saat bermain di Serie A, termasuk dua musim berturut-turut 26 gol untuk Fiorentina (1958-1960). He also played for Juventus, Padova, AC Milan and Napoli. Dia juga bermain untuk Juventus, Padova, AC Milan dan Napoli. He won his only Serie A with AC Milan and the European Cup a year later. Dia satu-satunya memenangkan Serie A dengan AC Milan dan Piala Eropa tahun kemudian.
 

Number 6 – Francesco Totti, 192 Goals 

Francesco Totti2 Top Ten Scorers in Serie A History
The only one on this list that's still playing, like Boniperti, Totti has been a one-club man his entire career. Satu-satunya di daftar ini yang masih bermain, seperti Boniperti, Totti telah menjadi -klub satu orang sepanjang kariernya. With AS Roma since 1992, the 2006 World Champion and 2001 Italian Champion, Totti has been scoring in double digits for the last eight seasons, including 20 in the 2003-2004 season and 26 in 2006-2007, leading the scorers in Italy and the European Golden Shoe. Dengan AS Roma sejak tahun 1992, Juara Dunia 2006 dan 2001 Juara Italia, Totti telah mencetak gol di dua digit selama delapan musim terakhir, termasuk 20 di musim 2003-2004 dan 26 tahun 2006-2007, memimpin skor di Italia dan Eropa Golden Shoe.
 

Number 5 – Roberto Baggio, 205 Goals 

Roberto Baggio Top Ten Scorers in Serie A History
Il Divion Codino never won a World Cup like Totti or stayed with one club long enough to become a god among its fans, but he is one of the more loveable players of his generation, besides being a fuckin' awesome player. Il Divion Codino pernah memenangkan Piala Dunia seperti Totti atau tinggal dengan satu klub cukup lama untuk menjadi dewa di kalangan penggemar, tetapi dia adalah salah satu pemain lebih memikat dari generasinya, selain menjadi pemain yang mengagumkan yang sialan '. When it comes to scoring, Baggio never seemed to lose his touch. Ketika datang ke penilaian, Baggio tampaknya tidak pernah kehilangan sentuhannya. He never led the Serie A in goals, but was consistent throughout his career – 11 season with 10 or more goals, six with over 15 and two with over 20, including a career best 22 when playing for Bologna in 1997-1998, a sort of comeback season for the man. Dia tidak pernah memimpin Serie A dalam tujuan, tetapi konsisten sepanjang karirnya - 11 musim dengan 10 atau lebih gol, enam dengan lebih dari 15 dan dua dengan lebih dari 20, termasuk karir terbaik 22 saat bermain untuk Bologna pada tahun 1997-1998, mengurutkan musim comeback untuk orang itu. He played for Fiorentina, Juventus, AC Milan and Inter among others, winning two Serie A titles in his 19 seasons at the Serie A. Ia bermain untuk Fiorentina, Juventus, AC Milan dan Inter antara lain, memenangkan dua gelar Serie A di 19 nya musim di Serie A.
 

Number 4 – Jose Altafini, 216 Goals 

Jose Altafini Top Ten Scorers in Serie A History
Part of the 1958 Brazil World Cup winning squad, Altafini actually played for two national teams, winning six caps with Italy in the early 60's, but is mostly known for his time with AC Milan between 1958-1965. Bagian dari skuad Piala Dunia 1958 Brasil menang, Altafini sebenarnya bermain untuk dua tim nasional, memenangkan enam topi dengan Italia pada 60-an, tetapi sebagian besar dikenal waktunya dengan AC Milan antara 1958-1965. He won two league titles with AC Milan and scored 92 goals during his first four seasons with the club, including a career best 28 in 1958-1959. Dia memenangkan dua gelar liga dengan AC Milan dan mencetak 92 gol selama empat musim pertamanya dengan klub, termasuk karir terbaik 28 di 1958-1959. His 22 goals in 1961-1962 were good enough to top the Italian scoring charts. 22 Nya gol di 1961-1962 cukup baik untuk atas grafik skor Italia. He also played for Napoli and Juventus later on, winning two league titles with Juventus. Dia juga bermain untuk Napoli dan Juventus di kemudian hari, memenangkan dua gelar liga bersama Juventus.
 

Number 3 – Giuseppe Meazza, 216 Goals 

Giuseppe Meazza Top Ten Scorers in Serie A History
The man who led Italy to two World Cup triumphs in 1934 and 1938 also played for the three big clubs in Italy – Milan, Juventus but mostly Inter. Orang yang memimpin Italia untuk dua Piala Dunia kemenangan pada tahun 1934 dan 1938 juga bermain untuk tiga klub besar di Italia - Milan, Juventus tapi kebanyakan Inter. Meazza played 13 years with Inter Milan, winning two league titles with the club and led the Serie A in scoring on three different occasions – 1929-1930, scoring 31 goals, 1935-1936, scoring 25 and in 1937-1938, scoring 20 goals. Meazza bermain 13 tahun dengan Inter Milan, memenangkan dua gelar liga dengan klub dan memimpin Serie A dalam angka pada tiga kesempatan yang berbeda - 1929-1930, mencetak 31 gol, 1935-1936, mencetak 25 dan pada tahun 1937-1938, mencetak 20 gol . He scored 20+ goals eight times and over 30 twice. Ia mencetak 20 + gol delapan kali dan lebih dari 30 dua kali. Meazza was considered the greatest player in the World during the 1930's and both Inter and AC Milan play in the stadium named after him. Meazza dianggap sebagai pemain terbesar di Dunia selama tahun 1930 dan baik Inter dan AC Milan bermain di stadion namanya.
 

Number 2 – Gunnar Nordahl, 225 Goals 

Gunnar Nordahl Top Ten Scorers in Serie A History
Another AC Milan's 50's giant, Nordahl, still the club's all time leading goal scorer with 210 goals, was part of the Rossoneri's Gre-No-Li era, partnering up with two other Swedish players, Gunnar Gren and Nils Liedholm during his eight seasons with AC Milan. 50-raksasa AC lain Milan, Nordahl, masih klub saja waktu menuju tujuan pencetak gol terbanyak dengan 210 gol, merupakan bagian dari era Gre-No-Li yang Rossoneri, bermitra dengan dua pemain Swedia lainnya, Gunnar Gren dan Nils Liedholm selama delapan musim dengan AC Milan. He won two league titles with the club and led the Serie A in goals five times. Dia memenangkan dua gelar liga dengan klub dan memimpin Serie A lima kali dalam tujuan. During his eight seasons with Milan, Nordahl only once scored less than 23 goals during a season – 16 goals in 15 matches in 1948-1949, when he spent half the season in Sweden, playing for Norrkoping. Selama delapan musim dengan Milan, Nordahl hanya sekali mencetak kurang dari 23 gol selama satu musim - 16 gol dalam 15 pertandingan di 1948-1949, saat ia menghabiskan setengah musim di Swedia, bermain untuk Norrkoping.
 

Number 1 – Silvio Piola, 274 Goals 

Silvio Piola Top Ten Scorers in Serie A History
Amazingly, the Serie A's all time leading goal scorer, World Champion with the national team in 1938, two time Serie A top scorer and the man who (arguably) invented the bicycle kick, never won a league title. Hebatnya, A Serie semua waktu memimpin pencetak gol, Juara Dunia dengan tim nasional pada tahun 1938, dua kali pencetak gol terbanyak Serie A dan orang yang (arguably) menemukan tendangan sepeda, tidak pernah memenangkan gelar liga. He played for Pro Vercelli , Lazio, Torino, Juventus and Novara, scoring 274 goals in almost 25 years of playing soccer. Ia bermain untuk Pro Vercelli , Lazio, Torino, Juventus dan Novara, mencetak 274 gol dalam hampir 25 tahun bermain sepak bola. His record seems to be pretty safe for a very long time. catatan-Nya tampaknya cukup aman untuk waktu yang sangat lama. He also has an outstanding scoring record for the national team with 30 goals in 34 caps. Dia juga memiliki catatan skor yang luar biasa untuk tim nasional dengan 30 gol dalam 34 caps.

PENCETAK GOL TERBANYAK SEPANJANG SEJARAH SEPAKBOLA

Inilah pemain-pemain sebagai pencetak gol terbanyak untuk Tim Nasionalnya ataupun untuk klubnya masing-masing :


Romário de Souza Faria
 


Image and video hosting by  TinyPic
Romário de Souza Faria atau biasanya dipanggil Romário (lahir di Rio de Janeiro, Brazil, 29 Januari 1966; umur 44 tahun) adalah seorang pemain legendaris sepak bola berkebangsaan Brasil. Mencetak ± 1002 gol dalam ± 1256 pertandingan. Dia dilahirkan di Rio de Janeiro. Di timnas Brasil, dia bermain 71 kali dan mencetak 56 gol. Dia pensiun pada tahun 2007.
Ia sudah membela banyak klub sepanjang karirnya. Mulai dari Vasco da Gama, PSV Eindhoven, Barcelona, Valencia, Flamengo, Fluminense, Al-Sadd, Miami FC, Adelaide United dan América.

Banyak prestasi yang sudah diraih pemain ini. Mulai dari juara liga Brasil, liga Belanda, liga Spanyol, liga Qatar dan yang paling utama juara dunia bersama Brasil. Ia juga mendapat gelar top skorer di Brazil, Belanda, Spanyol, liga Champions dan masih banyak lagi. Ia juga pernah meraih penghargaan pemain terbaik dunia 1994.


Franz “Bimbo” Binder.



Image and video hosting by  TinyPic
Franz “Bimbo” Binder.
Lahir pada tanggal 1 December 1911 dan meninggal dunia pada tanggal 24 April 1989.
Ia adalah Seorang bomber asal Austria yang mencetak ± 1006 gol dari ± 756 pertandingan. Dia membela sejumlah klub di Austria (Rapid Viena), Belanda (PSV Eindhoven) dan Jerman (FC Nuremberg dan 1860 Muenchen). Dia juga membela timnas Austria dan Jerman. Dia pernah menjuarai liga Austria 4 kali dan menjadi top skorer 3 kali bersama Rapid Viena, juara Liga jerman 2 kali dan top skorer 3 kali bersama FC Nuremberg.



Pele



Image and video hosting by  TinyPic
Edison Arantes do Nascimento (Pele)

Siapa yang tidak kenal dengan pemain yang satu ini. Diakui sebagai pemain terhebat yang pernah ada bersama naik daun pada era emas Diego Armando Maradona. Ia mencetak ± 1281 gol dari ± 1375 pertandingan.

Edison Arantes do Nascimento atau lebih dikenal sebagai Pelé lahir pada tanggal 23 Oktober 1940 adalah seorang legenda sepak bola dunia yang berasal dari Brasil. Selama kariernya sebagai pemain, Pele berhasil membawa Brasil menjadi Juara Dunia Sepak bola sebanyak 3 kali, yaitu pada tahun 1958 di Swedia, tahun 1962 di Chili, dan tahun 1970 di Meksiko. Berkat keberhasilannya tersebut, Brasil berhak atas Piala Jules Rimet. Ia juga terkenal karena kontribusinya kepada dunia sepakbola. Ia mempersembahkan gol ke-1000-nya untuk anak-anak miskin di Brasil. Ia juga seorang duta besar FIFA dan dijadikan ”national treasure” oleh pemerintah Brazil.
Ia menghabiskan hampir seluruh karir profesional bersama Santos dan membawa klub itu juara liga Brasil 10 kali, Copa Libertadores 2 kali, juara dunia 1 kali dan masih banyak lainnya.
Atas jasanya pada klub ini, Santos memutuskan untuk mengistirahatkan nomor 10 karena tidak ada pemain lain yang bisa disejajarkan dengan dirinya. Dan ia pensiun pada umur 37 tahun di klub New York Cosmos.



Arthur Friedenrich



Image and video hosting by  TinyPic
Arthur Friedenrich

Pemain sepakbola yang lahir pada tanggal 8 Juli 1892 dan meninggal dunia pada tanggal 6 September 1969.
Ia mencetak ± 1329 gol dalam ± 1239 pertandingan. Ia berasal dari Brasil dan memiliki julukan The Tiger.
Ia menjadi olahragawan berkulit hitam pertama yang terkenal di dunia.
Ayahnya adalah pebisnis dari Jerman dan ibunya seorang wanita Afro-Brazilia.
Ia mendapat perlakuan rasis pada awal karirnya. Karena pada saat itu, olahraga didominasi oleh kulit putih. Ia tidak boleh berada di kolam renang, lapangan tennis, ataupun pesta.
Ia memulai karir sebagai pemain junior di sebuah klub imigran Jerman, SC Germania. Dari situlah bakatnya berkembang sampai menjadi pemain profesional di Paulistano dan Sao Paulo. Dia memutuskan gantung sepatu pada tahun 1935. meski demikian, banyak yang masih meragukan statistik 1200 golnya.


Mueller



Image and video hosting by  TinyPic
Gerhard "Gerd" Mueller

Ia mencetak ±1461 gol dari ±1216 pertandingan. Ia adalah mantan pemain sepak bola Jerman Barat. Ia mencetak 68 gol dalam 62 penampilan internasional serta 365 gol dalam 427 penampilan di Bundesliga, ia adalah salah satu pemain tersukses pada masanya. Karirnya dimulai tahun 1960 di TSV 1961 Nördlingen.
Tahun 1964 ia bergabung dengan FC Bayern München di mana ia satu klub dengan Franz Beckenbauer dan Sepp Maier yang kelak mereka juga akan menjadi terkenal. Saat itu München masih berada di Regionalliga Süd, yaitu satu tingkat di bawah kompetisi tingkat utama (Bundesliga). Satu musim kemudian München promosi ke Bundesliga dan memulai serangkaian keberhasilan yang panjang. Dengan München, Müller memenangi Bundesliga empat kali, Piala Jerman empat kali, Piala Champions tiga kali, Piala Interkontinental sekali, dan Piala Winners sekali.
Dia adalah seorang pencetak gol yang oportunis (seorang penyerang murni yang mampu memanfaatkan peluang untuk mencetak gol).
Ia juga tujuh kali menjadi pencetak gol terbanyak di Jerman dan dua kali di Eropa. Dari München ia kemudian pindah ke Amerika Serikat, memperkuat Fort Lauderdale Strikers selama tiga musim, di mana ia sekali berhasil membawa tim tersebut hingga final liga meskipun tidak berhasil menjadi juara. Ia dipanggil ke tim nasional pada 1966.
Momen-momen penting selama karirnya di tim nasional termasuk mencetak gol kemenangan pada final Piala Dunia 1974 saat Jerman Timur melawan Belanda (ini juga adalah pertandingan terakhirnya) dan menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Eropa 1972. Empat golnya pada Piala Dunia 1974 dan 10 golnya pada 1970 menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia hingga rekor tersebut dipecahkan pada Piala Dunia 2006 oleh Ronaldo.
Setelah pensiun pada 1982, Müller kecanduan alkohol, namun mantan rekan-rekannya di Bayern München membujuknya untuk melalui rehabilitasi. Setelah keluar dari rehabilitasi, Müller diberikan pekerjaan sebagai pelatih amatir di Bayern München. Hingga tahun 2006 ia masih bekerja di situ.


Josef



Image and video hosting by  TinyPic
Josef "Pepi" Bican

Lahir pada tanggal 25 September 1913 dan meninggal dunia pada tanggal 12December 2001.
Dia mencetak ± 1467 gol dari ± 917 pertandingan. Fantastis !!! Itu berarti rata-rata sekitar 1.5 gol dari tiap pertandingan. Pemain ini pernah membela beberapa klub, seperti Rapid Wien (dimana ia juara liga 1 kali dan menjadi top scorer 1 kali), Slavia Praha (dimana ia menjadi juara sebanyak 4 kali dan top skorer 6 kali) dan masih banyak lagi prestasi selangitnya. Ia juga awalnya membela timnas Austria sebelum akhirnya bergabung ke timnas Cekoslowakia. Prestasi terbaiknya adalah ketika meraih juara ke-4 pada piala dunia 1934 di Italia.
Bican memiliki kaki sama bagusnya, baik kiri maupun kanan. dan ia bisa berlari sepanjang 100 m dalan 10,8 detik. Dia juga mendapat penghargaan dari IFFHS sebagai pencetak gol terbanyak abad 20.
Dan setelah pensiun, ia melatih beberapa klub di Ceko dan klub Belgia, Tongeren, dimana ia membawa klub tersebut naik 2 divisi di liga Belgi.

Drogba & Eto'o Bersaing Untuk Gelar Terbaik Afrika

Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) akhirnya mengumumkan pemain yang masuk dalam daftar nominasi sepuluh pemain terbaik Afrika tahun ini.

Didier Drogba dan Samuel Eto'o masuk dalam daftar kandidat peraih penghargaan tersebut. Namun nama Emmanuel Adebayor, Yaya Toure dan Michael Essien tidak ada didalamnya.

Sukses Drogba dan Eto'o mengantar timnya berjaya di kompetisi domestik, juga karena sukses membawa negera mereka ke putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan disinyalir sebagai alasan kuat nama mereka masuk sebagai kandidat kuat peraih penghargaan ini.

Selain Drogba, nominator lain yang beraasal dari Pantai Gading adalah rekannya di Chelsea, Salomon Kalou. Ghana menjadi negara dengan nominator terbanyak, yakni Andrew Ayew, Kevin-Prince Boateng dan Asamoah Gyan.

Sama seperti Pantai Gading, Mesir juga 'mengirimkan' dua pemain mereka, yakni Ahmed Hassan dan Mohamed Gedo Nagy, dalam daftar nama tersebut. Sementara dua tempat lainnya dihuni oleh perwakilan Mali oleh Seydou Keita dan Madjid Bougherra dari Aljazair.

Inilah Daftar Nominasi Peraih Penghargaan Pemain Terbaik Afrika 2010:
Ahmed Hassan (Mesir dan Al-Ahly)
Andre Ayew (Ghana dan Marseille)
Kevin-Prince Boateng (Ghana dan AC Milan )
Madjid Bougherra (Aljazair dan Rangers)
Didier Drogba (Pantai Gading dan Chelsea)
Samuel Eto'o (Kamerun dan Inter Milan)
Mohamed 'Gedo' Nagy (Mesir dan Al-Ahly)
Asamoah Gyan (Ghana dan Sunderland)
Salomon Kalou (Pantai Gading dan Chelsea)
Seydou Keita (Mali dan Barcelona)

Senin, 08 November 2010

JABULANI, BOLA PIALA DUNIA TERBURUK

Jabulani terus dicaci-maki. Bola resmi Piala Dunia 2010 itu dianggap seperti peragawati yang kekurangan makan dan menjalani terlalu banyak bedah plastik: terlalu ringan dan gerakan lengkungnya susah diprediksi.

Nyaris tak ada suara positif dari pemain dan pelatih tentang bola ini. Kiper adalah pihak yang paling keras menyuarakan ketidakpuasannya. "Sebuah bencana," kata kiper Prancis, Hugo Lloris, tentang bola itu. Kiper Brasil, Julio Cesar, menyebut Jabulani dengan sebutan "mengerikan" dan sebagai bola kelas supermarket.

Kiper Spanyol, Iker Casillas, melukiskan bola ini seperti bola pantai. Kiper Italia, Gianluigi Buffon, melabeli bola ini dengan "memalukan". Sedangkan kata "menakutkan" dipakai kiper inggris, David James. Kiper Uruguay, Fernando Muslera, menyebutnya sebagai "yang terburuk yang pernah saya gunakan".

Problemnya, gerakan bola ini kerap susah diprediksi. Penyerang Brasil, Julio Baptista, menilai bola itu tak menguntungkan kiper maupun penyerang karena kerap bergerak ke arah yang tak terduga.

Penyerang Italia, Giampaolo Pazzini, melukiskan bola itu kerap bergerak lebih liar dan susah dikontrol. "Anda melompat untuk menyundul bola sebuah umpan silang dan tiba-tiba bola bergerak, dan Anda pun luput," katanya.

Pelatih Denmark, Morten Olsen, juga ikut mengeluhkan bola itu setelah timnya kalah 1-0 dalam uji coba melawan Australia. "Kami bermain dengan bola yang mustahil dan kami harus membiasakan diri dengan itu," katanya. Penyerang Brasil, Robinho, menilai bola itu dibikin oleh orang yang tak pernah bermain bola. "Tapi tak ada yang bisa kami lakukan. Kami harus bermain dengan itu."

Keluhan senada dilontarkan pelatih Brasil, Carlos Dunga. Keluhan itu kemudian ditanggapi miring oleh Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke. "Bola sama telah digunakan oleh sejumlah tim sejak dipasarkan oleh Adidas," katanya. "Brasil mengatakan itu karena mereka takut tak mampu jadi juara, dan mereka kemudian bisa menyalahkan bola. Kita akan lihat."

Dunga tampak geram mendengar komentar itu. "Ia seharusnya mencoba bermain," katanya. "Bila sudah mencoba memainkan bola itu, ia pasti akan memiliki pendapat berbeda. Dia memang lelaki yang pernah bermain di lapangan. Saya ingin ia ke sini ikut dalam latihan kami. Kami akan memberinya bola untuk melihat apakah ia bisa mengontrolnya." Dunga pun menegaskan tak hanya kubu Brasil yang mengeluhkan bola itu. "Sejumlah pemain sukses lain juga mengeluh."

Produsen bola itu, Adidas, tampak terkejut atas banyaknya suara miring itu. Jabulani (diambil dari bahas Zulu yang berarti untuk merayakan) justru diklaim sebagai bola paling inovatif yang pernah dibuat. Teknologi pembuatannya juga memmastikan bola itu yang paling akurat dan bulat. "Jabulani telah dites untuk memenuhi standar FIFA dan memiliki kelebihan akurasi hingga 27 persen dibanding bola yang ada di pasar saat ini," kata Antonio Zea, Direktur Sepak bola Adidas America.

Adidas sendiri terus memperbaiki performa bola yang diciptakannya dengan semangat untuk mendukung pertandingan yang menghasilkan lebih banyak gol. Maklum, rata-rata gol yang terjadi dalam Piala Dunia terakhir menunjukkan tren penurunan, yakni 2,71 gol pada 1994; 2,67 gol pada 1998; 2,52 gol pada 2002; dan 2,3 gol pada 2006.

Karena itu, di tengah kritik tersebut, Jabulani dipastikan akan tetap dipakai di Afrika Selatan. Hal itu sudah ditegaskan Thomas van Schaik, juru bicara Adidas. "Bila Anda melihat pada sejarah, selalu ada kritik terhadap bola sebelum Piala Dunia. Tapi kritik itu tak banyak muncul sesudahnya, setelah Anda melihat banyak gol dan banyak penyelamatan," katanya.

Dalam dua Piala Dunia terakhir, kritik terhadap bola memang kerap muncul. Fevernova, yang digunakan pada 2002, dikritik karena dianggap terlalu ringan dan sangat mudah memantul. Bola Teamgeist, yang diperuntukkan buat Piala Dunia 2006, justru dianggap terlalu berat dan dibuat hanya menguntungkan para penyerang.

Para pemain tampaknya dengan terpaksa harus menerima kehadiran bola itu. Gelandang Amerika Serikat, Clint Dempsey, justru sudah menemukan cara terbaik untuk memainkan bola itu. "Bila menendangnya dengan benar--Anda jangan melakukannya terlalu keras--Anda bisa memberikan kesulitan kepada kiper," katanya. "Hanya, harus diingat, Anda harus memberi perhatian lebih pada hal detail saat melakukan operan. Bila melakukannya dengan keliru, Anda akan berakhir dengan menanggung malu."

David James, kiper Inggris, juga siap menerima Jabulani. "Itu mengerikan, tapi juga mengerikan bagi semua orang," katanya.

DAFTAR PEMAIN TERBAIK FIFA DI PIALA DUNIA

Castrol index yang merupakan salah satu indikator FIFA dalam menentukan calon pemain terbaiknya pada Piala Dunia 2010, telah mengeluarkan daftar ranking pemain terbaik berdasarkan posisi pemain tersebut, berikut daftarnya:


1. Top 10 Penjaga Gawang Terbaik
  • Eiji KAWASHIMA, Jepang(Castrol Index = 9,28)
  • Manuel NEUER, Jerman (Castrol Index = 9,18)
  • EDUARDO, Portugal (Castrol Index = 9,11)
  • Maarten STEKELENBURG, Belanda (Castrol Index = 8,84)
  • Justo VILLAR, Paraguay (Castrol Index = 8,61)
  • Richard KINGSON, Ghana (Castrol Index = 8,43)
  • Iker CASILLAS, Spanyol (Castrol Index = 8,24)
  • Diego BENAGLIO, Swiss (Castrol Index = 8,23)
  • Fernando MUSLERA, Uruguay (Castrol Index = 8,16)
  • Tim HOWARD, Amerika Serikat (Castrol Index = 8,08)
2. Top 10 Pemain Belakang Terbaik
  • Philipp LAHM, Jerman (Castrol Index = 9,79)
  • SERGIO RAMOS, Spanyol (Castrol Index = 9,74)
  • Gerard PIQUE, Spanyol (Castrol Index = 9,70)
  • Joan CAPDEVILA, Spanyol (Castrol Index = 9,66)
  • JUAN, Brasil (Castrol Index = 9,53)
  • Antolin ALCARAZ, Paraguay (Castrol Index = 9,43)
  • Paulo DA SILVA, Paraguay (Castrol Index = 9,40)
  • MICHEL BASTOS, Brasil (Castrol Index = 9,36)
  • Martin DEMICHELIS, Argentina (Castrol Index = 9,34)
  • John PANTSIL, Ghana (Castrol Index = 9,32)
3. Top 10 Pemain Tengah Terbaik
  • Wesley SNEIJDER, Belanda (Castrol Index = 9,59)
  • Thomas MUELLER, Jerman (Castrol Index = 9,56)
  • GILBERTO SILVA, Brasil (Castrol Index = 9,48)
  • Steven GERRARD, Inggris (Castrol Index = 9,45)
  • Bastian SCHWEINSTEIGER, Jerman (Castrol Index = 9,17)
  • Cristian RIVEROS, Paraguay (Castrol Index = 9,15)
  • Sergio BUSQUETS, Spanyol (Castrol Index = 9,02)
  • XABI ALONSO, Spanyol (Castrol Index = 9,00)
  • Mark VAN BOMMEL, Belanda (Castrol Index = 8,97)
  • Frank LAMPARD, Inggris (Castrol Index = 8,96)
4. Top 10 Pemain Depan Terbaik
  • David VILLA, Spanyol (Castrol Index = 9,62)
  • Luis SUAREZ, Uruguay (Castrol Index = 9,50)
  • Miroslav KLOSE, Jerman (Castrol Index = 9,38)
  • ROBINHO, Brasil (Castrol Index = 9,24)
  • Gonzalo HIGUAIN, Argentina (Castrol Index = 9,13)
  • LUIS FABIANO, Brasil (Castrol Index = 9,10)
  • Lionel MESSI, Argentina (Castrol Index = 8,82)
  • Robert VITTEK, Slovakia (Castrol Index = 8,60)
  • Robin VAN PERSIE, Belanda (Castrol Index = 8,54)
  • Dirk KUYT, Belanda (Castrol Index = 8,47)

DAFTAR 10 PEMAIN TERMAHAL DI PIALA DUNIA 2010

Dalam postingan ini daftar 10 pemain termahal Di Piala Dunia 2010. Berikut urutannya:

1. Lionel Messi
Barcelona & Argentina
Penghasilan 29,6 juta pound sterling atau sekitar Rp 398 miliar per tahun.
Anak ajaib Barcelona ini, demikian dia dikenal, beberapa waktu lalu mendapat anugrah Trofeo Alfredo Di Stefano. Trofi ini merupakan lambang dari titel pemain terbaik di La Liga.
Musim ini striker Barcelona itu sukses menjadi El Pichichi, sebagai top scorer di Liga Spanyol. Di level Eropa, Messi juga menjadi pemain tersubur dan sudah mendapat European Golden Boot. Sebagai pemain terbaik Spanyol, Messi mengalahkan jagoan Real Madrid Cristiano Ronaldo. Dalam pemilihan suara, Messi mendapat 34 dukungan sedangkan CR 9 hanya 26.
Baru-baru ini dia menandatangani perpanjangan kontrak raksasa di Barca.  Dalam kontrak baru ini, Barca harus membayar 200 ribu pound sterling (Rp 2,9 miliar) per pekan. Selain itu, Messi juga menjadi bintang sepatu Adidas dan video game Pro Evo.

2. Cristiano Ronaldo
Real Madrid & Portugal
Penghasilan 27 juta pound sterling (Rp 363 miliar).
Kegagalan Cristiano Ronaldo mempersembahkan trofi bagi Real Madrid tak membuatnya menyesal telah meninggalkan Manchester United. Ronaldo yakin kedatangan Jose Mourinho akan menjadi solusi bagi Los Blancos.
Banyak kalangan menilai Ronaldo pantas meratapi keputusannya meninggalkan Old Trafford setelah puasa gelar pada musim pertamanya di La Liga. Namun, CR9 mengaku hanya menyesal telah meninggalkan Kota Manchester bukan MU, klub yang membesarkannya.
Bersama Madrid di musim pertamanya, Ronaldo mencetak 26 gol dan gagal memberikan trofi La Liga. Madrid hanya mampu menjadi runner-up di bawah sang rival Barcelona. Meski demikian, dia bisa mengantongi hampir 200 pound sterling per pekan.

3. Ricardo Kaka
Real Madrid & Brasil
Penghasilan 16,9 pound sterling (Rp 227 miliar).
Spekulasi kembalinya gelandang Ricardo ke bekas klubnya, AC Milan makin santer terdengar. Kaka sempat dikabarkan akan ditukar dengan dua pemain Chelsea yakni Frank Lampard dan Ashley Cole sejak kedatangan pelatih baru Real Madrid, Jose Mourinho. Warga Brasil ini tidak pernah sepenuhnya memanfaatkan pemasaran, tetapi dia telah mendatangkan uang yang sangat besar melalui sepak bola.

4. Thierry Henry
Barcelona & Perancis
Penghasilan 16,1 juta pound sterling (Rp 216 miliar)
Sadar masa depannya tak jelas di Camp Nou, striker Barcelona, Thierry Henry minta dilepas klubnya dengan bebas transfer. Henry kini sedang berlatih dengan timnas Prancis ke Piala Dunia 2010.
Kabar yang dirilis media Spanyol mendekati kebenaran. Dua calon destinasi Henry yakni klub AS, New York Red Bulls, atau kembali ke Premier League bersama West Ham United. Henry telah menjalani tiga musim di Barca. Banyak pengamat bilang bahwa striker 32 tahun ini sempat kecewa di tahun pertama kepindahannya dari Arsenal.

5. Carlos Tevez
Manchester City & Argentina
Penghasilan 13,8 juta pound sterling (Rp 185 miliar).
Tinggi, berkulit gelap, dan tampan. Sayangnya Teves terpaku dalam satu kotak. Namun penyerang Manchester City ini telah menutupi semua kekurangan yang dimiliki. Baru-baru ini ia menegaskan kepada penggemar Argentina bahwa ia akan membuktikan kalau dirinya belum hilang ketajamannya. Pelatih Real Madrid Jose Mourinho juga kabarnya tengah melirik Treves agar merumput di Real Madrid.

6. Frank Lampard
Chelsea & Inggris
Penghasilan 12,8 juta pound sterling (Rp 172 miliar).
Jose Mourinho mulai merinci daftar pemain buruannya. Salah satunya dia menyebut Frank Lampard. Pada usia yang sudah di atas 32, Lampard masih bisa menarik kekayaan yang besar. Pepsi dan Adidas telah memberinya uang, tapi lebih besar lagi dia bisa dapat di lapangan.

7. Samuel Eto’o
Inter & Kamerun
Penghasilan 12,4 juta pound sterling (Rp 167 miliar).
Striker Kamerun itu pada tahun 1997 bergabung dengan Madrid dan hanya main di sedikit pertandingan. Ia kemudian dibuang ke Mallorca sebelum mendarat di Barcelona di mana namanya meroket sebagai striker maut Eropa. Eto’o kemungkinan kembali ke klub lamanya, Real Madrid bersama mantan pelatihnya di Inter Milan, Jose Mourinho.

8. John Terry
Chelsea & Inggris
Penghasilan 10 juta pound sterling (Rp 134 miliar).
Bek Chelsea yang tengah diincar Inter Milan ini dibayar sekitar 180 ribu pounds per pekan. Jumlah yang meningkat dibandingkan musim panas lalu saat dia masih di Manchester City.

9. Steven Gerrard
Liverpool & Inggris
Penghasilan 9 juta pound sterling (Rp 121 miliar)
Loyalitas memiliki keuntungan. Gerrard telah menerima keuntungan tinggi dari kesetiaan pada klub masa kanak-kanaknya. Namun, kini gelandang Liverpool ini dikabarkan tengah didekati Real Madrid.

10. Xavi
Barcelona & Spanyol
Penghasilan 8,5 juta pound sterling (Rp 114 miliar)
Maestro lapangan tengah kelas dunia ini bisa menghasilkan ratusan juta rupiah selama sepekan. Uang ini terdiri dari gaji pokok dan bonus. Tetapi rumornya ia didenda setiap kesalahan yang ia buat. Kebesaran hatinya telah membuat dia penerima gaji tinggi.